Prevalensi Kanker Perempuan 27 Persen dari Total Kasus Kanker

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 08 November 2018 | 17:31 WIB
Prevalensi Kanker Perempuan 27 Persen dari Total Kasus Kanker
Perempuan kampanye melawan kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Ada berbagai macam penyakit katastropik yang menjadi beban di era JKN saat ini. Salah satunya adalah kanker perempuan yang meliputi kanker payudara, serviks, dan ovarium yang tak hanya berbiaya tinggi tetapi juga dapat menyebabkan kematian karena komplikasinya. Dr Nurlina Subair, MSi, Perwakilan Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan (A2KPI), mengatakan bahwa jika digabungkan, maka total kanker payudara, serviks dan ovarium mencapai sekitar 27 persen dari insiden semua jenis kanker.

"Hal ini menimbulkan kondisi yang dilematis pada kerangka akses sistem penatalaksanaan kanker perempuan. Dimana, dari segi pembiayaan yang tinggi untuk berobat tidak diikuti dengan tingkat pemenuhan hak pasien untuk mendapatkan layanan penatalaksanaan kanker yang berkualitas oleh sistem yang berjalan saat ini," ujar dr. Nurlina dalam temu media, Kamis (8/11/2018).

Data dari Globocan 2018 menyebutkan angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen) dan menjadi penyebab kematian kedua secara global. Tingginya angka pasien kanker perempuan tersebut menjadi alasan utama untuk terus menyerukan pentingnya memperkuat kebijakan serta sistem kesehatan di Indonesia.

"Sebagai ‘tiang negara’, beban perempuan dengan kanker tidaklah ringan. Selain tetap harus menjalankan perannya sebagai seorang perempuan, mereka juga harus bergulat dengan penyakitnya yang seringkali dihadapkan dengan minimnya akses terhadap informasi yang benar tentang kanker yang dideritanya," tambah dia.

Untuk itulah A2KPI kata Nurlina mendukung kampanye 'Treatment for All', yang dicanangkan oleh Union for International Cancer Control (UICC), sebuah organisasi internasional beranggotakan lebih dari 1.000 organisasi kanker di dunia dan memfokuskan diri pada program pengendalian kanker.

Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia menambahkan, kampanye ini bertujuan untuk menurunkan kematian dini akibat kanker mengacu pada empat pilar utama yaitu; perbaikan data kanker untuk keperluan kesehatan masyarakat, akses terhadap deteksi dini dan diagnosis, pengobatan tepat waktu dan akurat serta pelayanan paliatif dan pendukung.

"Kita harap dengan treatment to all akses penderita kanker terhadap diagnosis dan pelayanan bisa merata dan berkeadilan," tandas Prof Aru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Doyan Begadang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Doyan Begadang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Health | Rabu, 07 November 2018 | 19:15 WIB

6 Hal Yang Harus Lelaki Ketahui Tentang Kanker Penis

6 Hal Yang Harus Lelaki Ketahui Tentang Kanker Penis

Health | Senin, 05 November 2018 | 14:45 WIB

Kanker Sarkoma Tak Selalu Berujung Amputasi

Kanker Sarkoma Tak Selalu Berujung Amputasi

Health | Rabu, 31 Oktober 2018 | 15:54 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×