Kanker Sarkoma Tak Selalu Berujung Amputasi

Vania Rossa, Firsta Nodia

Rabu, 31 Oktober 2018 | 15:54 WIB
Kanker Sarkoma Tak Selalu Berujung Amputasi
Ilustrasi kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker sarkoma berkembang di jaringan ikat, seperti otot, lemak, tulang, tulang rawan, dan pembuluh darah. Di berbagai belahan dunia, amputasi merupakan metode umum untuk menghilangkan kanker sarkoma tulang dan kanker sarkoma jaringan lunak.

Hal ini diamini oleh Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) Dr. Richard Quek. Ia menjelaskan, pada jenis sarkoma yang parah, amputasi memang bisa menjadi satu-satunya metode untuk mencegah penyebaran.

Namun kabar baiknya, dengan kemajuan ilmu medis dan bedah saat ini, para dokter bisa melakukan operasi penyelamatan anggota gerak tubuh untuk kasus sarkoma tulang dan sarkoma jaringan lunak, sehingga meski harus dilakukan amputasi, pasien masih bisa memiliki alat bantu gerak.

"Sekarang sudah ada prostesis yang bisa bertumbuh dan dikendalikan dengan motor digital. Ada alat yang ditanam dan ada pengendali lain di luar yang bisa memicu pertumbuhan bagian tubuh yang digantikan itu sendiri," kata Richard dalam temu media di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Pada sarkoma tahap awal, pasien memiliki peluang untuk menjalani metode penanganan kemoterapi, pembedahan, hingga radiasi. Teknik ini, kata Richard, memungkinkan para dokter untuk memperkecil efek samping, serta menyelamatkan lebih banyak jaringan dan fungsi tubuh.

"Jadi dikemoterapi dulu 10 minggu, lalu pembedahan, baru kemoterapi tiga bulan. Kalau yang sensitif dengan kemoterapi, bisa langsung pembedahan dan radiasi," tambah dia.

Ditambahkan Dr. Leon Foo Siang Shen, Consultant Orthopaedic Surgeon, gejala yang timbul dari sarkoma dapat berbeda-beda, tergantung di bagian mana sarkoma tersebut tumbuh. Bagi pasien yang memiliki sarkoma jaringan lunak di lengan atau kaki, misalnya, gejala paling umum adalah munculnya benjolan besar tanpa rasa sakit.

Sedangkan, jika sarkoma tumbuh di tulang tangan atau kaki, pasien umumnya mengeluhkan nyeri tulang ketika beristirahat atau tidur malam. Gejala-gejala lainnya meliputi ruam gelap, batuk dan sesak napas jika sarkoma berkembang di area dada, serta kembung dan mudah merasa kenyang jika sarkoma berasal di bagian perut.

"Jika kita mengidentifikasi sarkoma pada tahap awal, ketika sel kanker masih terlokalisasi di satu area, tingkat kelangsungan hidup akan jauh lebih tinggi dibandingkan jika didiagnosis pada tahap akhir," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Sarkoma, Jenis Kanker yang Gejalanya Kerap Menipu

Mengenal Sarkoma, Jenis Kanker yang Gejalanya Kerap Menipu

Health | Rabu, 31 Oktober 2018 | 13:04 WIB

Studi : Tingkat Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi Bagi Lelaki

Studi : Tingkat Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi Bagi Lelaki

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:00 WIB

Deteksi Dini, Hindari Kematian Akibat Kanker Payudara

Deteksi Dini, Hindari Kematian Akibat Kanker Payudara

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 09:14 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×