Bisnis Plasenta Bayi, Bidan di Australia Raup Rp 150 Juta Sebulan

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Rabu, 12 Desember 2018 | 09:41 WIB
Bisnis Plasenta Bayi, Bidan di Australia Raup Rp 150 Juta Sebulan
Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)

Suara.com - Seorang bidan asal Melbourne, Australia, memiliki penghasilan tambahan hingga 8.500 poundsterling atau sekitar Rp 150 juta setiap bulan. Caranya, dengan menjual produk plasenta dalam bentuk krim wajah dan smoothies.

Dilansir Metro, perempuan berusia 23 tahun bernama Ciara Noble ini telah mengumpulkan plasenta baru selama dua tahun terakhir. Ia mengambilnya dari para ibu yang baru saja melahirkan, atas permintaan mereka.

Kepiawaiannya mengolah plasenta berasal dari kelas yang diikutinya dan membuatnya sebagai spesialis Plasenta Remedies yang bersertifikat. Hal ini bermula dua tahun lalu ketika Ciara meneliti manfaat yang didapat para ibu ketika mengonsumsi plasenta mereka.

Bisnis plasenta Ciara sendiri termasuk resmi dengan label Kindred Postnatal Products. Ciara pun mengubahnya menjadi kapsul, krim wajah, dan smoothies.

"Saya pertama kali mendengar manfaat olahan plasenta sebagai pil untuk dikonsumsi setelah lulus dari universitas. Sejauh ini saya telah memberi layanan terhadap 100 perempuan dan mereka merasakan manfaatnya," ujar Ciara.

Menurut Ciara, plasenta merupakan organ istimewa yang selama sembilan bulan dapat membuat bayi tetap hidup. Itu sebabnya ketika bayi lahir, plasenta bukan berarti tidak bernilai begitu saja.

Hal ini pula yang membuatnya tertarik untuk mencari tahu manfaat plasenta.

"Layanan kami yang paling populer adalah suplemen plasenta. Hal ini diyakini membantu menyeimbangkan hormon para ibu setelah melahirkan dan meningkatkan produksi ASI," ujar dia.

Selain itu konsumsi smoothie yang terbuat dari buah, air kelapa dan potongan plasenta seger juga dapat memberikan energi instan. Ciara pun menyebut bahwa ketika ia mendapatkan plasenta maka ia akan memotongnya menjadi irisan tipis.

baca juga

"Lalu saya akan memasukkan semua irisan ke dalam blender dan menambahkannya ke dalam bubuk. Saya memiliki mesin pembuat pil yang membuatnya menjadi kapsul kecil," imbuh dia.

Dan meskipun saat ini ia belum memiliki anak sendiri, Ciara mengatakan dia juga akan merelakan plasentanya untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat karena dia menyadari manfaat besar dibaliknya.

"Bahkan jika itu hanya sedikit, ketika saya dapat membantu perempuan lain melalui pemulihan pascakelahiran mereka, itu semua sepadan dengan pengorbanan saya," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TKA Berketerampilan Rendah Boleh Tinggal Permanen di Australia

TKA Berketerampilan Rendah Boleh Tinggal Permanen di Australia

Bisnis | Selasa, 11 Desember 2018 | 06:47 WIB

Siap IPO, Perusahaan Ganja Asal Australia Sasar Pasar Eropa

Siap IPO, Perusahaan Ganja Asal Australia Sasar Pasar Eropa

Bisnis | Kamis, 06 Desember 2018 | 05:19 WIB

Tak Hanya Doyan, Bule Australia Ini Ahli Durian

Tak Hanya Doyan, Bule Australia Ini Ahli Durian

Tekno | Minggu, 02 Desember 2018 | 20:00 WIB

Terlalu Besar, Sapi Raksasa Ini Viral dan Jadi Meme

Terlalu Besar, Sapi Raksasa Ini Viral dan Jadi Meme

Tekno | Kamis, 29 November 2018 | 20:45 WIB

Kekayaan Orang Australia Capai Rp 2,7 M per Orang, Indonesia?

Kekayaan Orang Australia Capai Rp 2,7 M per Orang, Indonesia?

Bisnis | Selasa, 27 November 2018 | 05:32 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×