5 Cara Menciptakan Kamar Tidur yang Nyaman.

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 26 Februari 2019 | 01:05 WIB
5 Cara Menciptakan Kamar Tidur yang Nyaman.
Ilustrasi kamar tidur (Shutterstock)

Suara.com - 5 Cara Menciptakan Kamar Tidur yang Nyaman.

Seberapa nyaman Anda ketika tidur dan seberapa banyak cahaya yang menerangi kamar tidur merupakan bagian dari sejumlah faktor yang mempengaruhi kualitas tidur Anda.

Istirahat yang sempurna dimulai dari kamar tidur yang nyaman. Ikea memberikan beberapa inspirasi untuk menciptakan kamar tidur yang membantu beristirahat setelah beraktivitas dan menyegarkan diri untuk hari berikutnya.

Tingkat Kenyamanan

Kenyataannya, semakin nyaman Anda di tempat tidur, kualitas tidur yang baik akan Anda dapatkan.  Meskipun kita semua memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda dalam hal pengaturan waktu tidur yang sempurna, faktor-faktor yang sama akan membantu setiap orang menciptakan apa yang mereka inginkan. Kenyamanan secara kolektif yang diberikan kasur, bantal, dan tempat tidur Anda menentukan tingkat dukungan yang diterima tubuh dan tulang belakang Anda pada malam hari.

Penerangan Kamar Tidur

Sinar biru yang dipancarkan layar digital memberi sinyal dan membuat otak kita berpikir untuk bangun terjaga. Oleh karenanya sangatlah penting untuk menjauhkan gawai teknologi dari tempat tidur Anda, paling tidak untuk satu jam sebelum tidur. Lampu yang dapat diredupkan adalah cara yang baik untuk membuat Anda siap untuk tidur. Yang lebih baik lagi adalah lampu yang dapat redup dan bisa dinyalakan dan dimatikan dari jarak jauh dengan menggunakan remote control. Saat kelopak mata Anda mulai terkulai, cukup tekan tombol dari kenyamanan tempat tidur Anda dan hanyut ke dunia mimpi.

Menutup diri dari dunia luar

Jadikan ruangan tidur Anda lebih redup di malam hari dengan memasang tirai. Ini akan membantu menciptakan lingkungan yang memicu tidur dan meminimalisir gangguan cahaya dari luar kamar tidur. 

baca juga

Bangun tidur secara alami

Paparan dadakan dari cahaya matahari yang menyilaukan yang disebabkan karena membuka tirai atau menyalakan lampu setelah bangun bukanlah cara ideal untuk memulai hari.  Lengkapi kamar tidur dengan lampu dilengkapi pengaturan waktu untuk menyala secara otomatis, atau gunakan jam alarm yang memiliki lampu.

Perlu karpet atau permadani

Apakah Anda terbangun oleh tetangga yang berisik atau suara lainnya? Suara keras dapat mengganggu tidur Anda. Untungnya, ada cara untuk membatasi bagaimana suara memengaruhi Anda di malam hari. Dalam hal pengurangan kebisingan di kamar tidur Anda, perabotan lembut seperti permadani, karpet, gorden dan furnitur berlapis bisa menjadi cara efektif meredam suara.

Bebaskan kreativitas Anda dalam membuat ruangan yang tidak hanya nyaman tapi juga menyenangkan untuk mengawali dan mengakhiri hari. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Tidur Saat Rambut Masih Basah Bisa Sebabkan Pilek? Ini Kata Pakar

Benarkah Tidur Saat Rambut Masih Basah Bisa Sebabkan Pilek? Ini Kata Pakar

Health | Senin, 25 Februari 2019 | 21:35 WIB

Sering Tidur Tengkurap, Ini Bahayanya bagi Tubuh Anda

Sering Tidur Tengkurap, Ini Bahayanya bagi Tubuh Anda

Health | Senin, 11 Februari 2019 | 05:55 WIB

Waspada, Main Gadget di Malam Hari Perburuk Kualitas Tidur dan Hidup Anak

Waspada, Main Gadget di Malam Hari Perburuk Kualitas Tidur dan Hidup Anak

Health | Kamis, 07 Februari 2019 | 12:10 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×