Anak Terlambat Bicara saat Usia 1 Tahun, Waspadai Tuli Kongenital

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Kamis, 28 Februari 2019 | 12:17 WIB
Anak Terlambat Bicara saat Usia 1 Tahun, Waspadai Tuli Kongenital
Anak sulit bicara, bisa jadi tuli kongenital (Shutterstock)

Suara.com - Anak Terlambat Bicara saat Usia 1 Tahun, Waspadai Tuli Kongenital

Anak akan mengalami perkembangan sesuai fase usianya. Biasanya saat usia 12 bulan anak sudah mulai mengeluarkan kosakata sederhana meski tak begitu jelas. Ketika usia 18 bulan anak sudah mulai mampu menyebut satu kata yang memiliki arti dan di usia 24 bulan perbendaharaan kata anak semakin bertambah minimal 10 kata.

Namun jika anak Anda mengalami keterlambatan bicara sesuai fase usianya, maka waspadai kondisi tuli kongenital. Tuli kongenital merupakan gangguan pendengaran yang terjadi saat lahir, baik tuli sebagian ataupun total, dan bisa diakibatkan faktor-faktor saat kehamilan ataupun kelahiran.

Disampaikan dr Hably Warganegara, Sp. THT-KL, Dokter Spesialis THT, Bedah Kepala dan Leher RSPI Bintaro Jaya, kondisi tuli kongenital memang ditandai dengan keterlambatan bicara. Anak juga minim respon meski dikejutkan dengan suara yang kencang.

"Gejalanya anak belum bisa bicara sesuai usia. Memang data menunjukkan sekitar 25 persen anak yang delay speech (terlambat bicara) itu penyebabnya ada gangguan di THT. Selain itu bunyi pesawat atau ada bom dia nggak kaget," ujar dr Hably dalam temu media, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menambahkan bayi yang lahir seharusnya menjalani pemeriksaan OAE atau Otoacoustic Emissions untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran atau tidak. Penemuan kasus lebih awal dapat membantu bayi mendapatkan penanganan yang lebih baik sehingga tumbuh kembangnya tidak tertinggal.

"Kalau nggak bisa ngomong baru dibawa ke dokter, itu agak terlambat. Mestinya usia 6 bulan sudah diterapi. Dipakaikan alat bantu dengar biar nggak ketinggalan waktu belajar. Lebih cepat lebih bagus," imbuh dia.

Sayangnya tak semua rumah sakit menerapkan pemeriksaan ini saat bayi baru lahir sehingga gangguan pendengaran ini terlambat dideteksi.

Ilustrasi kesehatan pendengaran, telinga anak. (Shutterstock)
Anak sulit bicara, bisa jadi tuli kongenital (Shutterstock)

Orang tua, kata dr Hably juga bisa mencoba melakukan deteksi sendiri dengan mengeraskan suara ke anak, ketika anak kaget dan ingin memeluk ibu maka itu tandanya fungsi pendengaran anak normal.

baca juga

"Faktor risikonya banyak. Bisa karena gangguan riwayat keluarga dari lahir, ada infeksi TORCHS saat ibu mengandung, bayi lahir prematur sehingga fungsi pendengaran belum optimal, bisa juga karena bayi dirawat di NICU selama lima hari atau lebih dan infeksi meningitis," terangnya mengenai faktor risiko anak terlambat bicara.

Penanganan bayi dengan gangguan pendengaran seperti tuli kongenital yang ditandai terlambat bicara, kata dr Hably, bisa dilakukan dengan pemasangan alat bantu dengar, implan koklea, terapi bicara hingga memasukkannya ke sekolah khusus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Pesawat Bikin Telinga Tuli Sementara, Ini Kata Dokter

Naik Pesawat Bikin Telinga Tuli Sementara, Ini Kata Dokter

Health | Kamis, 28 Februari 2019 | 10:38 WIB

5 Penyakit Ini Bisa Sebabkan Ketulian Pada Anak

5 Penyakit Ini Bisa Sebabkan Ketulian Pada Anak

Health | Kamis, 20 September 2018 | 06:15 WIB

Sering Mendengarkan Musik Pakai Headphone, Awas Risiko Tuli!

Sering Mendengarkan Musik Pakai Headphone, Awas Risiko Tuli!

Health | Selasa, 05 Juni 2018 | 14:07 WIB

Reaksi Bayi Tuli Pertama Kali Dapat Mendengar Bikin Terharu

Reaksi Bayi Tuli Pertama Kali Dapat Mendengar Bikin Terharu

Tekno | Minggu, 07 Mei 2017 | 11:27 WIB

Tips Ini Untuk Mencegah Telinga dari Ketulian

Tips Ini Untuk Mencegah Telinga dari Ketulian

Health | Minggu, 19 Juli 2015 | 15:51 WIB

WHO: 1,1 Miliar Orang di Dunia Berisiko Tuli Akibat "Earphone"

WHO: 1,1 Miliar Orang di Dunia Berisiko Tuli Akibat "Earphone"

Health | Senin, 02 Maret 2015 | 16:33 WIB

Terkini

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

×