Alasan Stunting Jadi Ancaman Bagi Bangsa Indonesia

Vania Rossa, Firsta Nodia

Senin, 18 Maret 2019 | 13:36 WIB
Alasan Stunting Jadi Ancaman Bagi Bangsa Indonesia
Ilustrasi tinggi badan anak, tinggi anak, tinggi badan anak [shutterstock]

Suara.com - Upaya penanganan stunting menjadi topik menarik yang diperdebatkan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1, Ma'ruf Amin, dan Calon Wakil Presisen Nomor Urut 2, Sandiaga Uno.

Calon Wakil Presiden Maruf Amin janji turunkan stunting hingga 10 persen dalam lima tahun jika menang Pilpres 2019 bersama Jokowi. Ia juga mengklaim pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla telah berhasil menurunkan angka stunting hingga 7 persen.

Sementara Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim akan mengentaskan masalah kesehatan termasuk anak-anak yang memiliki gizi buruk atau stunting lewat penyediaan susu tablet dan kacang hijau kepada seluruh siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak (TK).

Lalu mengapa stunting menjadi PR besar bagi pemerintahan selanjutnya? Disampaikan dr. Eni Gustina, selaku Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, stunting menjadi prioritas di bidang kesehatan karena menyangkut produktivitas bangsa ke depannya.

"Stunting itu kegagalan pertumbuhan dan perkembangan. Yang kita khawatirkan perkembangan otak anak karena tidak bisa kita perbaiki. Meski anak stunting bisa diintervensi berat badannya kembali normal, tinggi badan terkejar, tapi perkembangan otak sulit dikejar," ujar dr. Eni dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Senin (18/3/2019).

Eni mengatakan, stunting harus segera diatasi karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030 mendatang. Jika anak-anak Indonesia semakin banyak yang terlahir stunting, maka Indonesia tidak bisa menggunakan kesempatan bonus demografi ini untuk mengejar ketertinggalan di segala aspek.

"Jelang bonus demografi di 2030 mendatang kita harapkan anak-anak tumbuh berkualitas. Kalau stunting, nggak cerdas, nggak bisa punya daya pikir hebat, nggak insiatif yang bisa bersaing dengan orang besar. Makanya stunting disebut ancaman besar bagi bonus demografi mendatang kalau tidak segera ditekan," imbuh dia.

Lalu upaya apa yang paling efektif dalam mencegah stunting? Eni mengatakan bahwa pencegahan terbaik adalah intervensi dini pada para remaja. Apalagi survei menyebut bahwa 23,9 remaja Indonesia menikah di usia 16-24 tahun. Pengetahuan akan pentingnya nutrisi di saat remaja dapat menyelamatkan Indonesia dari risiko stunting.

"Bukan lagi saat kehamilan, tapi harus sejak remaja. Banyak remaja yang sudah menikah, tapi apakah mereka sudah siap fisik dan mental menghadapi kehamilan. Jadi remaja Indonesia harus diedukasi pentingnya mengonsumsi makanan sehat agar tidak anemia, sehingga ketika memutuskan menikah dan hamil, bayinya tidak stunting," imbuh dia.

baca juga

Riskesdas 2018 sendiri menunjukkan bahwa angka bayi stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Jika diperkirakan bayi 0-2 tahun mencapai 12-14 juta jiwa, maka ada sekitar 4 juta kasus bayi stunting di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maruf Amin Janji Turunkan Stunting 10 Persen Selama 5 Tahun

Maruf Amin Janji Turunkan Stunting 10 Persen Selama 5 Tahun

News | Minggu, 17 Maret 2019 | 21:25 WIB

Entaskan Stunting, Sandiaga Janjikan Susu dan Perbaiki Pelayanan Posyandu

Entaskan Stunting, Sandiaga Janjikan Susu dan Perbaiki Pelayanan Posyandu

News | Minggu, 17 Maret 2019 | 21:13 WIB

Stunting Bisa Dicegah Sejak Sebelum Kehamilan

Stunting Bisa Dicegah Sejak Sebelum Kehamilan

Health | Senin, 25 Februari 2019 | 16:11 WIB

Terkini

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Samsung Rilis Galaxy Tab S12 Series, Harganya Ada yang Tembus Rp27 Juta

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Ratusan WNA Ditahan di Bali, Sejumlah Fakta Terbongkar

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Ramalan 12 Shio Sepanjang Oktober 2026, Siapa yang Beruntung Sebulan Penuh?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Musim Kemarau Mengintai, Diskes Bandar Lampung Uji Massal Kualitas Sumur Warga

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Urutan Zodiak dari yang Paling Emosional sampai yang Paling Tenang saat Krisis

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Sejarah Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Asal-Usulnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

Luas Karhutla Indonesia Capai 202 Ribu Hektare hingga Juli 2026

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×