Tidak Kekurangan, Indonesia Justru Kelebihan Tenaga Dokter Umum

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Tidak Kekurangan, Indonesia Justru Kelebihan Tenaga Dokter Umum
Indonesia memiliki kelebihan dokter umum. (Shutterstock)

Indonesia ternyata sudah kelebihan jumlah dokter umum.

Suara.com - Tidak Kekurangan, Indonesia Justru Surplus Tenaga Dokter Umum

Masalah pelayanan kesehatan di Indonesia tidak terjadi karena kurangnya tenaga kesehatan dokter umum. Justru, Indonesia memiliki surplus dokter umum.

Itu sebabnya lulusan Fakultas Kedokteran setiap tahunnya akan dibatasi lewat sistem kuota. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan, drg Usman Sumantri, Msc.

"Sebenarnya tenaga kesehatan kita secara nasional sangat memadai bahkan berlebih. Tapi kalau distribusi ada yang menumpuk di satu tempat dan jarang di satu tempat. Distribusi yang tidak baik menjadi tidak cukup," ujar Usman dalam temu media di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Usman menambahkan tahun ini diperkirakan terdapat 12 ribu lulusan sarjana kedokteran dari 78 Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia. Jumlah ini menurutnya sudah membludak sehingga kedepan Kemenrisdikti akan membatasi jumlah lulusan Fakultas Kedokteran.

"Jadi lulusan FK nanti diberlakukan kuota. Misal tahun ini kuotanya 200 nanti ada kriteria yang ditetapkan sehingga lulusan FK 200 orang saja. Sudah ada 12 ribu lulusan dokter. Sehingga sekarang dikuotakan. Supaya produksi nggak terlalu banyak dan kualitasnya bagus," imbuh dia.

Usman mengatakan bahwa dengan adanya sistem asuransi Jaminan Kesehatan Nasional, mendorong munculnya klinik-klinik swasta baru. Diharapkan klinik tersebut menyerap lulusan dokter umum yang kini membludak.

Di satu sisi, program Nusantara Sehat diharapkan bisa memeratakan distribusi dokter di daerah-daerah yang minim dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya seperti di Sulawesi Barat, NTT, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, NTB, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Lampung, Jateng, Kalimantan Utara, dan Bengkulu.

"Jalan keluar redistribusi. Ini persoalan utama kita sejak lahir otonomi daerah. Kesulitan menempatkan satu tenaga kesehatan ke tempat lain. Sejak dulu bicara puskesmas bicara dokter, perawat, bidan. Di puskesmas sekarang kelebihan bidan, kelebihan perawat yang nggak ada tenaga kesehatan preventif," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS