Tidak Kekurangan, Indonesia Justru Kelebihan Tenaga Dokter Umum

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 05 April 2019 | 14:26 WIB
Tidak Kekurangan, Indonesia Justru Kelebihan Tenaga Dokter Umum
Indonesia memiliki kelebihan dokter umum. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak Kekurangan, Indonesia Justru Surplus Tenaga Dokter Umum

Masalah pelayanan kesehatan di Indonesia tidak terjadi karena kurangnya tenaga kesehatan dokter umum. Justru, Indonesia memiliki surplus dokter umum.

Itu sebabnya lulusan Fakultas Kedokteran setiap tahunnya akan dibatasi lewat sistem kuota. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan, drg Usman Sumantri, Msc.

"Sebenarnya tenaga kesehatan kita secara nasional sangat memadai bahkan berlebih. Tapi kalau distribusi ada yang menumpuk di satu tempat dan jarang di satu tempat. Distribusi yang tidak baik menjadi tidak cukup," ujar Usman dalam temu media di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Usman menambahkan tahun ini diperkirakan terdapat 12 ribu lulusan sarjana kedokteran dari 78 Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia. Jumlah ini menurutnya sudah membludak sehingga kedepan Kemenrisdikti akan membatasi jumlah lulusan Fakultas Kedokteran.

"Jadi lulusan FK nanti diberlakukan kuota. Misal tahun ini kuotanya 200 nanti ada kriteria yang ditetapkan sehingga lulusan FK 200 orang saja. Sudah ada 12 ribu lulusan dokter. Sehingga sekarang dikuotakan. Supaya produksi nggak terlalu banyak dan kualitasnya bagus," imbuh dia.

Usman mengatakan bahwa dengan adanya sistem asuransi Jaminan Kesehatan Nasional, mendorong munculnya klinik-klinik swasta baru. Diharapkan klinik tersebut menyerap lulusan dokter umum yang kini membludak.

Di satu sisi, program Nusantara Sehat diharapkan bisa memeratakan distribusi dokter di daerah-daerah yang minim dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya seperti di Sulawesi Barat, NTT, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, NTB, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Lampung, Jateng, Kalimantan Utara, dan Bengkulu.

"Jalan keluar redistribusi. Ini persoalan utama kita sejak lahir otonomi daerah. Kesulitan menempatkan satu tenaga kesehatan ke tempat lain. Sejak dulu bicara puskesmas bicara dokter, perawat, bidan. Di puskesmas sekarang kelebihan bidan, kelebihan perawat yang nggak ada tenaga kesehatan preventif," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Serangan Jantung, Pria Ini Diselamatkan 6 Dokter

Alami Serangan Jantung, Pria Ini Diselamatkan 6 Dokter

Health | Sabtu, 30 Maret 2019 | 07:25 WIB

Duh, Ibu Hamil Keguguran Gara-gara Dokter Salah Resepkan Obat

Duh, Ibu Hamil Keguguran Gara-gara Dokter Salah Resepkan Obat

Health | Minggu, 24 Maret 2019 | 17:06 WIB

Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC

Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC

Health | Selasa, 19 Maret 2019 | 18:21 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×