Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 19 Maret 2019 | 18:21 WIB
Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC
Hari TBC Sedunia, ini langkah Kemenkes agar Indonesia bebas TBC. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC

Tuberkulosis atau TBC masih menjadi momok bagi Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia dengan jumlah kasus 842 ribu, di bawah India dengan 2,74 juta kasus dan China di posisi kedua sebanyak 889 ribu.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan menargetkan pada 2030 mendatang insiden TBC menurun 80 persen dan 2050 tidak ada lagi kasus baru TBC.

Hal ini disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Wiendra Waworuntu, M.Kes di sela-sela peringatan Hari TBC Sedunia di Kementerian Kesehatan, Selasa (19/3/2019).

"Kalau ingin mencapai target 2050 kita hanya perlu turunkan kasus dua persen tiap tahun serta harus aktif menemukan kasus baru. Kita juga harus proteksi terjadinya infeksi. Bagaimana risikonya bisa kita mitigasi dan upaya kita menekan TBC Laten," ujar dr Wiendra.

Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

TBC sendiri lanjut dia merupakan penyakit menular langsung yang ditularkan antar manusia lewat semburan dahak atau udara. Penyakit ini kata dia sebenarnya bisa disembuhkan asal pasien mengonsumsi obat secara teratur. Sayangnya lama pengobatan menjadi faktor pasien malas mengonsumsi obat selama periode enam bulan.

"Kalau nggak teratur minum obat bisa jadi TB latent, bisa resisten. Kalau resisten obatnya semakin banyak yang diminum dan lama pengobatan juga bertambah. Belum lagi reaksi dari obat TBC resisten lebih berat dibandingkan obat TBC biasa," imbuh dia.

Yang jadi masalah, kata Wiendra, sebagian besar kasus TBC menyerang usia produktif dan anak-anak. Hal ini akan berimbas pada kerugian ekonomi karena pengobatan yang lama membuat pasien harus kehilangan pekerjaan.

Bahkan dr Wiendra menyebut bahwa pasien TB berisiko 26 persen kehilangan pekerjaan, dan pasien TB MDR berisiko 53 persen kehilangan pekerjaan. Sedangkan kerugian ekonomi yang harus ditanggung negara untuk mengobati pasien TB mencapai 130 milyar per tahun dan 6.2 milyar per tahun untuk pasien TB MDR.

Wiendra berharap Presiden Joko Widodo menunjukkan kepeduliannya dengan mendeklarasikan komitmen untuk menekan kasus TBC di Indonesia.

"Sudah ada deklarasi tingkat dunia. Kami berupaya supaya Pak Presiden mau berbicara soal tuberkulosis. Yang paling penting komitmen. Dalam komitmen itu bagaimana menyepakati 'united to end' TBC," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Paru-Paru, Kuman TBC Juga Bisa Picu Kelumpuhan Tulang?

Bukan Cuma Paru-Paru, Kuman TBC Juga Bisa Picu Kelumpuhan Tulang?

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 08:24 WIB

Kamu Perlu Tahu, Ini Deretan Penyakit Paling Mematikan di Dunia Versi WHO

Kamu Perlu Tahu, Ini Deretan Penyakit Paling Mematikan di Dunia Versi WHO

Health | Kamis, 14 Maret 2019 | 16:17 WIB

Hari TBC Sedunia, Daerah Padat Penduduk Jadi Fokus Kemenkes

Hari TBC Sedunia, Daerah Padat Penduduk Jadi Fokus Kemenkes

Health | Selasa, 12 Maret 2019 | 09:59 WIB

Jakarta Barat Sukses Raih Pencapaian Terbaik Tangani TBC

Jakarta Barat Sukses Raih Pencapaian Terbaik Tangani TBC

Health | Kamis, 07 Maret 2019 | 17:25 WIB

RSIJ Cempaka Putih Jadi RS Swasta Pertama yang Buka Layanan TB MDR

RSIJ Cempaka Putih Jadi RS Swasta Pertama yang Buka Layanan TB MDR

Health | Kamis, 07 Maret 2019 | 14:33 WIB

Cantik Berhijab, Shraddha Kapoor Temui Penggemarnya yang Idap TBC

Cantik Berhijab, Shraddha Kapoor Temui Penggemarnya yang Idap TBC

Entertainment | Minggu, 03 Februari 2019 | 19:55 WIB

Terkini

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB