Awas, Sering Berbohong Bisa Bikin Darah Tinggi dan Picu Depresi

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 21 Mei 2019 | 12:00 WIB
Awas, Sering Berbohong Bisa Bikin Darah Tinggi dan Picu Depresi
Ilustrasi berbohong. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang melakukan kebohongan dengan alasan tidak ingin menyakiti perasaan orang lain atau menganggapnya sebagai pilihan terbaik dari yang terburuk. Padahal kebohongan itu tidak hanya merugikan orang lain, tetapi diri sendiri. Sering berbohong bahkan bisa membuat seseorang depresi.

Faktanya, berbohong bisa memengaruhi otak dan tubuh kita sehingga berdampak pada kondisi kesehatan. Dilansir dari lifehack.org, menurut arthur Markman,Ph. D, tubuh akan melepaskan kortisol ke dalam otak dalam beberapa menit saat seseorang berbohong.

Selanjutnya, ingatan seseorang menjadi overdrive karena mencoba mengingat antara kebohongan dan kebenarannya. Kondisi tersebut akan terjadi pada 10 menit pertama setelah melakukan kebohongan.

Seseorang akan lebih merasa kesulitan dalam mengambil keputusan dan merasa tidak nyaman yang berbentuk sebuah kemarahan atau sensitivitas.

Setelah reaksi awal tersebut, seseorang mungkin mulai merasa khawatir tentang kebohongannya alias takut tertangkap basah.

Ilustrasi berbohong (shutterstock)
Ilustrasi berbohong (shutterstock)

Oleh karena itu, kebanyakan orang yang berbohong menebus rasa bersalahnya dengan memperlakukan orang lain dengan sangat baik. Dia juga akan sibuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa kebohongan ini berjalan lancar.

Sehari setelahnya, mungkin kita yang berbohong akan mengalami beberapa permasalahan. Jika seseorang sudah terbiasa berbohong secara patologis, bisa jadi dia akan mulai mempercayai bahwa kebohongannya itu memang langkah yang benar dan terbaik.

Sebaliknya jika seseorang tidak terbiasa berbohong, besar kemungkinan merasa tidak nyaman, bersalah, dan mencoba menghindari orang yang dibohongi.

Rasa bersalah dan kecemasan itulah yang akhirnya membuat pola tidur berantakan. Kita tidak akan pernah tidur nyenyak.

baca juga
Seorang perempuan alami depresi. [shutterstock]
Seorang perempuan alami depresi. [shutterstock]

Situasi seperti itu, pastinya akan membuat kita stres dan konsekuensinya bakal berdampak buruk pada kesehatan. Dalam kondisi terburuk, seseorang akan mengalami tekanan darah tinggi, sakit kepala, sakit punggung, dan berkurangnya jumlah sel darah putih.

Banyak energi mental yang digunakan untuk menceritakan dan mempertahankan kebohongan. Hal itulah yang membuat seseorang cemas dan bisa saja depresi akut.

Perasaan cemas dan rasa bersalah itu akan terus tumbuh dan bisa menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare, sakit perut, hingga mual dan kram.

Sebuah penelitian di Notre Dame yang melibatkan 110 orang juga menunjukkan seseorang yang tidak pernah berbohong 54 persen lebih sedikit keluhan mental dan 56 persen lebih sedikit mempunyai masalah kesehatan fisik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Coba-Coba, 5 Zodiak Ini Mampu Mendeteksi Kebohongan Kalian

Jangan Coba-Coba, 5 Zodiak Ini Mampu Mendeteksi Kebohongan Kalian

Lifestyle | Sabtu, 20 April 2019 | 07:05 WIB

Calon Pengantin Paksa Pengiringnya Ikut Tes Kebohongan, Buat Apa?

Calon Pengantin Paksa Pengiringnya Ikut Tes Kebohongan, Buat Apa?

Lifestyle | Rabu, 30 Januari 2019 | 18:42 WIB

Sama-Sama Bohong, Ini Beda Bohong Biasa dengan Mythomania

Sama-Sama Bohong, Ini Beda Bohong Biasa dengan Mythomania

Health | Selasa, 22 Januari 2019 | 07:05 WIB

Terkini

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten, Nilainya Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten, Nilainya Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

×