Umum Dialami Lelaki, Ini yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kanker Prostat

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 12 Juni 2019 | 11:27 WIB
Umum Dialami Lelaki, Ini yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kanker Prostat
Ilustrasi kanker prostat. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker prostat adalah bentuk kanker yang paling umum di antara lelaki, dan memengaruhi sekitar satu dari delapan lelaki selama masa hidup mereka.

Kanker prostat lebih cenderung terjadi pada lelaki di atas usia 50 tahun, meski kondisi ini juga dapat didiagnosis pada usia yang lebih muda.

Dari gejala hingga perawatan, inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang kanker prostat.

Apa itu kanker prostat?
Kanker prostat adalah kanker yang terjadi di kelenjar prostat, kelenjar kecil yang terletak di pangkal kandung kemih.

Fungsi utama kelenjar prostat, organ reproduksi lelaki, adalah mengeluarkan cairan prostat.

Kelenjar prostat sendiri seukuran biji kenari, tetapi akan membesar seiring bertambahnya usia lelaki.

Kelenjar prostat mengelilingi bagian pertama dari uretra, tabung yang membawa air seni dan air mani.

Ketika kanker prostat berkembang di kelenjar prostat, ini biasanya terjadi di sel-sel kelenjar luar prostat, demikian dikatakan Cancer Research UK. Sel-sel ini disebut asinar adenokarsinoma.

Kanker terjadi ketika sel-sel abnormal mulai membelah dan tumbuh tak terkendali.

Menurut Cancer Research UK, sebagian besar kasus kanker prostat tumbuh lambat dan biasanya tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ketika kanker prostat telah menyebar ke bagian lain dari tubuh, itu dikenal sebagai kanker prostat lanjut.

Apa gejalanya?
Gejala kanker prostat di antaranya adalah bolak-balik buang air kecil, sering kebelet pipis, harus ekstra usaha untuk buang air kecil, merasa belum tuntas saat buang air kecil, dan adanya darah dalam urin atau air mani.

Menurut National Health Survey di Inggris, gejala-gejala di atas itu mungkin tidak selalu mengindikasikan kanker prostat.

Lelaki yang lebih tua mungkin mengalami gejala yang sama karena pembesaran prostat, yang merupakan kondisi non-kanker.

Tanda-tanda bahwa kanker prostat telah menyebar ke area lain dari tubuh mungkin termasuk sakit punggung, pinggul atau panggul; disfungsi ereksi; darah dalam urin atau air mani; dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, demikian dinyatakan oleh Prostate Cancer of UK.

Apa penyebabnya?
Meskipun tidak diketahui apa yang menyebabkan kanker prostat, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Ini termasuk usia di atas 50 tahun; apakah seseorang memiliki saudara lelaki atau ayah yang menderita kanker prostat sebelum berusia 60 tahun; kelebihan berat badan; dan mengikuti diet yang tidak sehat.

Orang-orang keturunan Afrika atau Afrika-Karibia juga mungkin berisiko lebih besar didiagnosis dengan kanker prostat.

Seberapa umum kanker prostat terjadi?
Kanker prostat adalah bentuk kanker yang paling umum di antara lelaki di Inggris.

Lebih dari 47.200 lelaki di Inggris didiagnosis menderita kanker prostat setiap tahun.

Sekitar 35 persen dari kasus baru kanker prostat setiap tahun terjadi di antara lelaki berusia 75 tahun ke atas.

Kanker prostat dapat memengaruhi siapa pun dengan kelenjar prostat, yang dapat mencakup lelaki maupun transgender, serta mereka yang belum dapat ditentukan jenis kelaminnya.

Bagaimana pengobatan kanker prostat?
Beberapa kasus kanker prostat mungkin tidak akan memerlukan perawatan sama sekali, demikian NHS menyatakan.

Pengobatan yang diberikan mungkin tergantung pada apakah kanker prostat mereka terlokalisasi di kelenjar prostat atau telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

NHS menjelaskan bahwa pasien dengan kanker prostat harus dirawat oleh tim spesialis, yang disebut tim multidisiplin.

Tim profesional medis ini mungkin termasuk ahli onkologi, radiografi, dan perawat spesialis.

NHS menambahkan bahwa pengobatan untuk kanker prostat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit, atau mengendalikan gejala sehingga tidak memperpendek harapan hidup pasien.

Beberapa lelaki yang lebih tua yang didiagnosis dengan kanker prostat mungkin disarankan untuk melakukan "menunggu dengan waspada", yaitu ketika mereka mengawasi dengan cermat untuk melihat apakah mereka mengembangkan gejala kanker progresif atau tidak.

Mereka mungkin juga diminta untuk melakukan pengawasan aktif, yang melibatkan beberapa tes seperti pemindaian MRI dan biopsi sambil menghindari perawatan lain yang dianggap tidak perlu.

Perawatan lain yang dapat didiagnosis pasien dengan kanker prostat termasuk prostatektomi radikal, yang merupakan pengangkatan kelenjar prostat secara bedah; radioterapi; terapi hormon; dan kemoterapi.

Jika kanker prostat seseorang telah berada di tingkat lanjut, maka besar kemungkinan tidak dapat disembuhkan.

Namun, perawatan seperti radioterapi, terapi hormon, dan kemoterapi, dapat memperlambat perkembangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Pria yang Tidak Ejakulasi Teratur Berisiko Terkena Kanker Prostat

Ahli: Pria yang Tidak Ejakulasi Teratur Berisiko Terkena Kanker Prostat

Health | Kamis, 30 Mei 2019 | 19:25 WIB

Ilmuwan Temukan Senyawa dalam Kopi Ampuh Perlambat Kanker Prostat

Ilmuwan Temukan Senyawa dalam Kopi Ampuh Perlambat Kanker Prostat

Health | Kamis, 21 Maret 2019 | 16:47 WIB

Dokter Sebut Tak Semua Kanker Prostat Harus Dioperasi, Ini Alasannya

Dokter Sebut Tak Semua Kanker Prostat Harus Dioperasi, Ini Alasannya

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB