Sama-Sama Tangani Bumil, Apa Beda Tugas Bidan dan Dokter Kandungan?

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Jum'at, 28 Juni 2019 | 19:25 WIB
Sama-Sama Tangani Bumil, Apa Beda Tugas Bidan dan Dokter Kandungan?
Ibu hamil periksa ke dokter kandungan atau bidan? (Shutterstock)

Suara.com - Sama-Sama Tangani Bumil, Apa Beda Tugas Bidan dan Dokter Kandungan?

Bidan dan dokter kandungan sama-sama menangani ibu hamil. Namun pakar menjelaskan keduanya memiliki kompetensi yang berbeda saat menangani ibu hamil.

Ketidak tahuan akan kompetensi di antara kedua petugas layanan ini menjadi salah satu penyebab yang membuat beberapa bumil (ibu hamil) sulit menentukannya. Dari survei yang dihelat GueSehat, sebanyak 155 bumil atau sekitar 18,8 persen dari jumlah responden yang disurvei mengaku bahwa dirinya belum mengetahui perbedaan kompetensi seorang bidan dan dokter kandungan.

"Perlu tahu dulu nih kalau sebenarnya tenaga kesehatan di bidang kebidanan itu sebenarnya dibagi 3, yaitu bidan, dokter umum, kemudian spesialis. Ketiganya punya peran masing-masing, Jadi, tidak saling menggantikan," ujar sekretaris Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (POGI) Cabang Jakarta, dr. Ulul Albab, Sp.OG., dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.

Bidan, kata dr Ulul merupakan 'ujung tombak' pertama masalah kehamilan. Bidan bertanggung jawab untuk permasalahan kebidanan yang bersifat normal, dengan batasan-batasan yang sesuai dengan kompetensinya. Artinya, ketika ditemukan permasalahan selama kehamilan, maka perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M. Kes., seorang bidan memiliki fokus dalam melakukan edukasi, pemeriksaan, serta pertolongan persalinan pada kasus-kasus yang normal.

"Jadi, begitu kita menemukan kasus-kasus yang tidak normal, berisiko, bersifat patologi, atau komplikasi, maka kita harus berkolaborasi dengan dokter. Kita merujuk ke dokter kandungan," ujar Emi.

Fokus yang berbeda antara bidan dan dokter kandungan ini salah satunya didasari oleh jenjang pendidikan yang ditempuh keduanya. Seorang bidan memulai pendidikannya di sekolah kebidanan.

Sementara sekolah kebidanan memiliki fokus yang spesifik, yakni pada perawatan ibu hamil. Sekolah kebidanan juga berdedikasi terhadap profesi bidan dan perawatan prenatal.

baca juga

Seorang bidan, kata Emi dapat menjalankan praktiknya secara mandiri dan atau bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam menjalankan praktik mandiri, seorang bidan haruslah memiliki izin, yaitu Surat Izin Praktik Bidan (SIPB). Sedangkan bagi bidan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, perlu memiliki Surat Izin Kerja Bidan (SIKB).

Pemeriksaan USG di dokter kandungan. (Shutterstock)
Pemeriksaan USG di dokter kandungan. (Shutterstock)

Sementara menurut dr Ulul, untuk menjadi dokter spesialis, seseorang harus sekolah kurang lebih selama 11 tahun. Empat tahun masa kuliah, 4 tahun sekolah kedokteran atau profesi, kemudian 3 tahun untuk masa magang dan penempatan. Setelah lulus, barulah dokter mendapatkan izin untuk melakukan praktik.

Meski begitu, perlu diingat pula bahwa spesialis dokter kandungan itu bukan hanya mempelajari persoalan kandungan dan kehamilan saja. Menurut dr. Ulul, dokter kandungan juga mempelajari ilmu kebidanan serta kandungan.

"Jadi, ilmu kebidanan untuk proses obstetrinya, artinya proses kehamilan dan sebagainya. Kemudian ilmu kandungan atau ginekologinya, untuk yang berkaitan dengan sistem reproduksi atau di luar kehamilan. Para bidan fokusnya tentu di ilmu kebidanan. Mereka juga dibekali dengan ilmu-ilmu kandungan, hanya saja bersifat dasar," tambah dr. Ulul.

Selain latar belakang pendidikan, lingkup profesi bidan dan dokter kandungan juga berbeda lho. Bidan bertanggung jawab sepenuhnya memberikan edukasi, baik saat mempersiapkan kehamilan dan persalinan, hingga menjaga kesehatan reproduksi.

"Sebelum kehamilan, bidan membantu memberikan pengetahuan atau konseling supaya mempersiapkan diri sebelum hamil dan juga menjaga kesehatan sistem reproduksi, misalnya ketika wanita itu haid. Saat hamil, bidan dapat memberi edukasi bagaimana gizi dan pola hidup yang baik, serta pemeriksaan kehamilan. Selanjutnya, setelah persalinan, bidan bisa membantu memantau ibu menyusui, bayi, dan balita," jelas Emi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarak Hamil Terlalu Dekat Usai Melahirkan, Ibu Harus Waspada 3 Hal Ini

Jarak Hamil Terlalu Dekat Usai Melahirkan, Ibu Harus Waspada 3 Hal Ini

Health | Kamis, 27 Juni 2019 | 13:20 WIB

Ibu Hamil Tak Boleh Makan Sushi, Mitos atau Fakta?

Ibu Hamil Tak Boleh Makan Sushi, Mitos atau Fakta?

Health | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:47 WIB

Alami Hipertensi saat Hamil, Ini Bahayanya

Alami Hipertensi saat Hamil, Ini Bahayanya

Health | Rabu, 26 Juni 2019 | 10:53 WIB

Terkini

Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap

Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Biar Naik Kelas, Prabowo Ingin Pasar Modal RI Juga Dipenuhi Startup

Biar Naik Kelas, Prabowo Ingin Pasar Modal RI Juga Dipenuhi Startup

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT

Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)

Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:45 WIB

1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:42 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur

Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:33 WIB

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:30 WIB

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:28 WIB

×