Kasus Penembakan Polisi, Mengapa Marah Sebabkan Tindakan Kekerasan?

Vika Widiastuti, Rosiana Chozanah

Jum'at, 26 Juli 2019 | 16:57 WIB
Kasus Penembakan Polisi, Mengapa Marah Sebabkan Tindakan Kekerasan?
Istri almarhum Bripka RE menangis di peti jenazah suaminya di Depok. (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Brigadir Rangga Tianto tega menembak rekannya sendiri, Bripka Rahmat Efendy setelah keduanya sempat cekcok di Polsek Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Penembakan ini berawal saat Bripka Rahmat sedang mengamankan satu pelaku tawuran berinisial FZ yang ternyata adalah keponakan Brigadir Rangga, pada Kamis (25/7/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Brigadir Rangga ingin FZ dibina oleh orang tuanya. Namun korban menjawab dengan nada keras jika proses sedang berjalan dan FZ tidak dapat dibebaskan begitu saja lantaran ia membawa sajam berupa celurit.

"Kemudian obrolan itu menjadi obrolan memanas karena Rahmat ingin diproses. Setelah itu kemudian Rangga keluar ruangan SPKT dan ternyata keluar siapkan senjata jenis HS 9, lalu tembakan ke arah tubuh korban," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2019).

Insiden ini membuat Bripka Rahmat meninggal di tempat dengan luka pada dada, leher, paha dan perut.

Reaksi kemarahan seperti yang dialami oleh Brigadir Rangga ini diklasifikasikan sebagai 'pertarungan atau pelarian', melansir laman kesehatan dari Universitas Michigan.

Ketika marah, adrenalin dan hormon lainnya dilepaskan ke aliran darah. Kemudian tekanan darah menjadi naik, jantung berdetak lebih cepat, dan pernapasan juga menjadi lebih cepat.

Ilustrasi lelaki memegang pistol. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki memegang pistol. (Shutterstock)

Menurut seorang kriminolog, Scott A. Bonn, Ph.D, memercayai kemarahan yang berawal berakhir kekerasan bisa jadi berakar dari ketakutan.

"Berdasarkan pengalaman saya sebagai kriminolog, saya telah menyimpulkan kemarahan bukanlah emosi utama. Kemarahan adalah emosi atau reaksi sekunder. Saya percaya bahwa ketakutan sebenarnya adalah akar dari semua kejahatan," tulisnya dalam Psychology Today.

baca juga

Mengatakan bahwa kekerasan didorong oleh amarah, dan amarah itu berakar pada ketakutan, tidak berarti mengurangi kesalahan seorang pembunuh yang ketakutan dan marah atau penjahat lain yang terlibat dalam kekerasan setelah mengalami ketakutan dan amarah.

Sebaliknya, kita semua perlu membuat pilihan rasional dalam hidup kita terlepas dari keadaan emosi kita, dan kita semua bertanggung jawab secara hukum atas tindakan kita.

"Namun, hukum itu, bagaimanapun, pengalaman saya sebagai seorang kriminolog telah menunjukkan kepada saya bahwa ada kalanya emosi manusia mengalahkan rasionalitas, dan tidak ada emosi yang lebih kuat atau memotivasi daripada ketakutan," tandasnya.

Selain itu, kemarahan bisa berubah kekerasan juga berhubungan dengan kontrol kognitif atau kontrol diri.

Dilansir dari scientificamerican, Profesor Psikologi Sosial dari Universitas Michigan, Richard Nisbett dengan jelas mengatakan bahwa dia lebih suka putranya memiliki kontrol diri yang tinggi daripada kecerdasan.

Sebab, kontrol diri adalah kunci kehidupan karena otak kita rentan terhadap segala macam pengaruh. Misalnya saja seperti menonton film yang menunjukkan kekerasan membuat seseorang cenderung bertindak hal yang sama.

Kasus lain seperti terjadi pada 2007, yaitu pembantaian Virgina Tech. Pelaku penembakan disebut memiliki mekanisme kontrol kognitif yang kacau. Mereka hanya menggunakan mekanisme kontrol kognitif mereka untuk melayani tujuan yang terganggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI Tewas Terseret Ombak Besar di Tanggul Pantai Kashima Jepang

WNI Tewas Terseret Ombak Besar di Tanggul Pantai Kashima Jepang

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:45 WIB

Sosok Taufiq Muhammad WNI Tentara Bayaran Rusia Baru Tewas di Perang Ukraina

Sosok Taufiq Muhammad WNI Tentara Bayaran Rusia Baru Tewas di Perang Ukraina

News | Senin, 02 November 2026 | 10:28 WIB

Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter

Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Ulasan Anak yang Memendam Amarah: Ketika Luka Batin Menjadi Misteri

Ulasan Anak yang Memendam Amarah: Ketika Luka Batin Menjadi Misteri

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Kontak Tembak di Nduga Papua: 2 Anggota OPM Tewas, TNI Sita Senjata dan Rp88 Juta

Kontak Tembak di Nduga Papua: 2 Anggota OPM Tewas, TNI Sita Senjata dan Rp88 Juta

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Bukan Cuma Paris, Warga di 4 Negara Kesal dengan Pemerintah karena Beban Biaya Hidup Makin Gila

Bukan Cuma Paris, Warga di 4 Negara Kesal dengan Pemerintah karena Beban Biaya Hidup Makin Gila

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×