Diduga Malpraktik, Ratusan Ibu di Malawi Diangkat Rahimnya Usai Melahirkan

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Rabu, 04 September 2019 | 08:50 WIB
Diduga Malpraktik, Ratusan Ibu di Malawi Diangkat Rahimnya Usai Melahirkan
Diduga Malpraktik, 100 Ibu di Malawi Diangkat Rahimnya Usai Melahirkan (Shutterstock)

Suara.com - Diduga Malpraktik, Ratusan Ibu di Malawi Diangkat Rahimnya Usai Melahirkan

Kondisi rumah sakit yang buruk telah membuat banyak ibu diangkat rahimnya setelah mereka melahirkan anak. Laporan itu menilai hal ini dikarenakan Kementerian Kesehatan gagal menyediakan staf yang memadai bagi Departemen Kebidanan dan Ginekologi. Tetapi otoritas kesehatan mengatakan mereka sedang berupaya mengatasi masalah ini.

Laporan “Woes of the Womb” yang dirilis beberapa waktu lalu mengatakan dalam periode enam bulan di 2018 lebih dari 100 ibu hamil yang dirawat di rumah-rumah sakit rujukan di Malawi telah diangkat rahimnya setelah melahirkan anaknya. 

Ilustrasi ibu melahirkan [shutterstock]

“Antara Januari hingga Juli 2018, 160 rahim telah diangkat di rumah sakit dan ini terjadi di pusat kota saja. Ada sejumlah pasien yang kami bantu karena kasusnya kuat. Kami akan merujuk mereka ke lembaga bantuan hukum untuk mendapatkan kompensasi,” kata Martha Chizuma perwakilan LSM yang bertugas menyelidiki berbagai keluhan masyarakat. 

Laporan setebal 37 halaman itu dirilis bersamaan dengan sebuah laporan yang diterbitkan mingguan swasta Malawi News pada tahun 2018 dan sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh stasiun radio lokal “Radio Zodiak,” dimana perempuan-perempuan yang rahimnya diangkat di Rumah Sakit Queen Elizabeth mengisahkan apa yang mereka alami.

“Ketika saya tiba di rumah sakit untuk operasi caesar, perawat mengatakan bayi di dalam rahim saya mengalami kesulitan bernafas. Tetapi sehari setelah melahirkan, saya dirujuk untuk melakukan operasi lain, yaitu operasi pengangkatan rahim karena menurut perawat kondisinya memburuk,” demikian pernyataan salah seorang perempuan yang diangkat rahimnya seperti mengutip VOAIndonesia.

Seorang perempuan lain mengatakan, “Saya datang tanggal 14 dan bayi saya lahir tanggal 15 lewat operasi. Tetapi ketika baru kembali ke rumah, saya merasa sangat pusing sehingga akhirnya kembali ke rumah sakit. Para perawat mengatakan rahim saya buruk dan mereka harus segera mengangkatnya,” ungkapnya.

Laporan LSM setempat itu mengatakan sebagian besar operasi pengangkatan rahim terjadi karena kegagalan pemerintah “menyediakan staf yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di Departeman Obstetri dan Ginekologi di seluruh fasilitas kesehatan sehingga kualitas layanan melahirkan di negara itu menjadi buruk pula.

“Umumnya mereka berada pada situasi di mana pasien terbiasa langsung datang ke bagian darurat. Jadi begini. Anda datang ke rumah sakit, mereka ok dan menunggu saat melahirkan. Tetapi jika Anda tidak berada dalam kondisi darurat, Anda tidak akan mendapat bantuan,” kata Chizuma.

Laporan itu merekomendasikan para pekerja kesehatan yang lalai dengan pekerjaan mereka untuk dikenai tindakan disipliner, hal yang didukung oleh para aktivis hak kesehatan.

Direktur Eksekutif di Malawi Health Equity Network George Jobe mengatakan, “Kami berharap otorita berwenang bertindak tegas atas laporan itu. Hukuman harus dijatuhkan. Tetapi tidak hanya itu, tindakan pengangkatan rahim ini juga harus tepat waktu, karena jika terlambat tidak akan berarti apa-apa.”

Andrew Likaka, Direktur Manajemen Kualitas Kesehatan Digital di Kementerian Kesehatan Malawi mengatakan temuan laporan itu telah menjadi keprihatinan utama pemerintah. Tetapi ditambahkannya bahwa tindakan disiplin tidak dapat dilakukan semudah itu.

“Ketika kita bicara tentang tindakan disipln di sektor kesehatan, maka ada begitu banyak badan yang bertanggungjawab melakukan tindakan disiplin ini, dan hal ini harus didasarkan pada prinsip keadilan. Ini terkait dengan isu tindakan disiplin yang normal. Kami memiliki otoritas di setiap layanan kesehatan yang menerapkan tindakan disiplin tersebut,” ujarnya.

Badan Urusan Hukum Medis Malawi, The Medical Council of Malawi, sejauh ini sudah ada 20 kasus pengangkatan rahim dan mengingatkan bahwa badan itu akan melarang seluruh pekerja medis yang terlibat malpraktik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Jasa Sewa Rahim untuk Punya Anak, Pasangan Ini Temukan Kejanggalan

Pakai Jasa Sewa Rahim untuk Punya Anak, Pasangan Ini Temukan Kejanggalan

Health | Jum'at, 23 Agustus 2019 | 15:40 WIB

Punya Dua Rahim, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Kembar Beda 11 Minggu

Punya Dua Rahim, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Kembar Beda 11 Minggu

Health | Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:04 WIB

Perut Sakit Setelah Pertama Kali Berhubungan Intim? Bisa Jadi Ini Alasannya

Perut Sakit Setelah Pertama Kali Berhubungan Intim? Bisa Jadi Ini Alasannya

Health | Kamis, 15 Agustus 2019 | 18:35 WIB

Terkini

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB