Array

WHO Serukan Akhiri Praktik Perawatan Kesehatan Buruk Berakibat Kematian

Ade Indra Kusuma Suara.Com
Selasa, 17 September 2019 | 11:43 WIB
WHO Serukan Akhiri Praktik Perawatan Kesehatan Buruk Berakibat Kematian
WHO Serukan Akhiri Praktik Perawatan Kesehatan Buruk Berakibat Kematian (Shuttterstock)

Suara.com - WHO Serukan Akhiri Praktik Perawatan Kesehatan Buruk Berakibat Kematian

Banyaknya kejadian malpraktek, salah diagnosa, dan salah resep obat membuat pasien yang tadinya ingin berobat untuk sembuh malah menjadi membunuh mereka. Atas tingginya kasus ini, akhirnya WHO menyerukan untuk mengakhiri praktik perawatan kesehatan buruk yang berakibat kematian. 

Kegiatan yang digagas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyerukan agar tindakan ini segera dihentikan untuk jutaan pasien di seluruh dunia setiap tahun.

Orang yang jatuh sakit pergi ke dokter atau masuk ke rumah sakit dengan harapan mendapat perawatan. Sayangnya dalam banyak kasus, perawatan yang mereka terima justru membunuh mereka.

Ilustrasi logo WHO [Dok WHO]

WHO melaporkan satu dari 10 pasien mengalami hal buruk di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Dikatakan, 134 juta pasien di negara berpenghasilan rendah dan menengah dirugikan karena perawatan berbahaya yang menyebabkan 2,6 juta kematian setiap tahunnya. WHO mencatat, sebagian besar kematian itu bisa dihindari.

Neelam Dhingra-Kuram, Koordinator WHO untuk Keselamatan Pasien dan Manajemen Risiko mengatakan, kerugian terjadi terutama karena diagnosa dan resep yang salah, penggunaan obat yang tidak tepat, prosedur pembedahan yang salah dan infeksi yang terkait dengan perawatan kesehatan.

"Tetapi alasan utama kematian adalah di dalam sistem fasilitas perawatan kesehatan tidak terdapat budaya untuk keselamatan pasien. Dan itu berarti, kepemimpinan tidak cukup kuat. Jadi, kurang komunikasi terbuka dan tiadanya sistem untuk belajar dari kesalahan. Maka, kalau ada kesalahan akan terjadi kerugian. Jika kita tidak belajar dari itu, maka benar-benar peluang akan hilang," ujarnya seperti mengutip VOAIndonesia.

Dhingra-Kuram mengatakan, harus dibuat sistem dimana petugas kesehatan didorong untuk melaporkan kesalahan dan tidak takut disalahkan karena melaporkan kesalahan ini.

Baca Juga: WHO : Anak yang Tinggal di Daerah Konflik Rentan Kena Gangguan Mental

Selain kehilangan nyawa yang dapat dihindari, WHO melaporkan kerugian pasien menyebabkan kerugian ekonomi triliunan dolar setiap tahun di dunia. Dikatakan kesalahan dalam pengobatan saja diperkirakan menelan biaya 42 miliar dolar AS atau Rp 591 trliun per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI