Ingin Ikuti Tren Tindik, Waspadai 5 Risiko Ini untuk Kesehatan

Silfa Humairah Utami

Selasa, 24 September 2019 | 16:00 WIB
Ingin Ikuti Tren Tindik, Waspadai 5 Risiko Ini untuk Kesehatan
Ilustrasi pakai anting atau menindik telinga. [shutterstock]

Suara.com - Ingin Ikuti Tren Tindik, Waspadai 5 Risiko Ini untuk Kesehatan

Bukan hanya untuk ikuti tren, tindik juga dipakai untuk perhiasan mendukung penampilan. Hingga banyak metode pemasangan tindik bermunculan. Setiap metode mengklaim dapat memasang tindik dengan risiko minimal.

Namun, ternyata pemasangan tindik paling aman sekalipun pada dasarnya tetap memiliki bahaya bagi kesehatan. Jadi kenali tubuh Anda sebelum memakai tindik, misalnya apakah Anda punya alergi, tiroid dan lain-lain.

Menurut survei yang dimuat pada laman National Health Service, setiap 1 dari 4 orang yang memasak tindik akhirnya mengalami komplikasi. Wajar, mengingat pemasangan tindik sedikit banyak akan menyebabkan luka yang mungkin saja membawa risiko.

Bagi Anda yang hendak memasang tindik, waspadalah terhadap risiko kesehatan berikut dilansir Hello Sehat:

1. Infeksi pada area tindik

Bahaya paling besar dari memasang tindik adalah infeksi. Setiap kali ada bagian tubuh yang terluka, risiko infeksi pada area tersebut akan turut meningkat.

Terlebih lagi jika Anda tidak memahami cara tepat untuk merawat area pemasangan tindik.

Infeksi akibat tindik dapat terjadi pada area kulit mana pun, tapi bagian tubuh yang paling rentan adalah pusar. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat menghambat penutupan luka tindik dan akhirnya memperlambat penyembuhan.

2. Reaksi alergi

baca juga

Logam tertentu seperti nikel dapat memicu reaksi serius. Gejalanya antara lain muncul ruam, kemerahan, gatal, bercak kering, hingga luka lepuh berisi cairan.

Sebelum memasang tindik, berkonsultasilah dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda memiliki alergi terhadap logam. Hindari memasang tindik ataupun memakai aksesori apa pun jika logam di dalamnya memicu reaksi alergi.

3. Luka robek dan pembentukan keloid

Luka robek dapat terjadi akibat kesalahan memasang tindik ataupun terjatuh, benturan saat berolahraga, serta tertariknya tindik secara tidak sengaja. Tanpa penanganan, luka robek akibat tindik akan menimbulkan bahaya infeksi yang lebih besar.

Luka yang telah sembuh sekalipun juga bisa mengakibatkan komplikasi lain, yakni terbentuknya keloid. Keloid adalah bekas luka yang terbentuk akibat pembelahan sel kulit secara berlebihan.

Bekas luka ini tidak bisa hilang dengan sendirinya, kecuali dengan tindakan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spons Mandi Jadi Sumber Kuman Dipakai Kelamaan, Kapan Harus Menggantinya?

Spons Mandi Jadi Sumber Kuman Dipakai Kelamaan, Kapan Harus Menggantinya?

Health | Selasa, 24 September 2019 | 08:02 WIB

Nggak Ribet, Ini Tips Jaga Kesehatan Kulit Ala Marsha Aruan

Nggak Ribet, Ini Tips Jaga Kesehatan Kulit Ala Marsha Aruan

Health | Jum'at, 20 September 2019 | 10:50 WIB

Tak Bersihkan Sisa Makeup dengan Benar, Bulu Mata Wanita Ini Penuh Tungau

Tak Bersihkan Sisa Makeup dengan Benar, Bulu Mata Wanita Ini Penuh Tungau

Health | Rabu, 04 September 2019 | 13:20 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×