Tertembak, Peluru di Kandung Kemih Pria Ini Baru Diangkat 18 Tahun Kemudian

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Tertembak, Peluru di Kandung Kemih Pria Ini Baru Diangkat 18 Tahun Kemudian
Ilustrasi lelaki sakit kandung kemih (Shutterstock)

Akibatnya, ia mengalami sakit kandung kemih setiap kali buang air kecil dan ejakulasi.

Suara.com - Seorang pria 42 tahun asal Connecticut mengeluh merasa sakit setiap kali buang air kecil dan saat ejakulasi selama satu tahun sebelum akhirnya ia memeriksakan diri ke rumah sakit.

Selain itu, pria yang tidak disebutkan identitasnya ini juga selalu merasa sakit di sisi kanan kandung kemihnya dan ketika buang air kecil, urine akan terputus secara tiba-tiba.

Dokter pun melakukan cystoscopy, prosedur untuk melihat ke dalam kandung kemih menggunakan kamera tipis dan menemukan peluru di sana.

Siapa sangka, ternyata peluru tersebut sudah berada di dalam tubuh sang pria selama 18 tahun, tulis Daily Mail.

Peluru tidak pernah diangkat dari tubuh sang lelaki karena ahli bedah terdahulu tidak dapat mengeluarkannya tanpa melukainya.

Dokter yang merawat sang lelaki ini mengatakan seiring waktu batu kandung kemih terbentuk di sekitar peluru dan terkikis melalui dinding organ dan menyebabkan macet.

Ilustrasi kandung kemih pria sakit (Shutterstock)

Untuk mengeluarkannya, Joanna Marantidis dokter yang menangani pria tersebut dan berasal dari Fakultas Kedokteran Frank H Netter MD di Universitas Quinnipiac, melakukan operasi cystolitholapaxy.

Dalam prosedur ini, dokter menggunakan cystoscope untuk menemukan peluru serta memecahnya menjadi bagian-bagian lebih kecil.

Namun karena suatu hal yang kemungkinan akan menyebabkan kondisi lelaki tersebut bertambah parah, akhirnya petugas medis melakukan operasi pengangkatan batu kandung kemih dan peluru melalui sayatan di perut bagian bawah. Prosedur ini disebut dengan cystolithotomy terbuka.

Untungnya, fragmen atau pecahan kecil batu serta peluru dapat dikeluarkan. Dokter mengatakan peluru tersebut memiliki ukuran kira-kira 30x35mm.

Menurut ahli urologi konsultan Dr Rich Viney di Bladder Clinic di Birmingham, mengatakan kasus ini tidak biasa dan unik.

Hingga akhirnya kasus ini ditulis dalam jurnal medis Urology Care Reports oleh dokter Marantidis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS