Merusak Mental Ibu, Psikolog Ungkap Cara Melawan Mom Shaming

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:06 WIB
Merusak Mental Ibu, Psikolog Ungkap Cara Melawan Mom Shaming
Merusak Mental Ibu, Psikolog Ungkap Cara Melawan Mom Shaming [shutterstock]

Suara.com - Merusak Mental Ibu, Psikolog Ungkap Cara Melawan Mom Shaming

Shaming atau bullying secara lisan dan tulisan belakangan ini semakin umum terjadi. Pelaku juga tak pandang bulu dalam menyerang korban, termasuk kepada seorang ibu ataupun ibu hamil.

Dalam konteks kesehatan fisik, data dari WHO tahun 2015 menunjukkan, Indonesia adalah negara ketiga setelah Kamboja dan Laos dengan kasus kematian ibu hamil yang sangat tinggi.

Sebanyak 9.600 ibu mengalami komplikasi dan meninggal setiap tahunnya di tengah masa kehamilan atau proses melahirkan. Angka ini setara dengan 359 kematian dari setiap 100.000 kehamilan dan juga menegaskan tingginya risko menjadi ibu di Indonesia.

Psikolog klinis, Dessy Ilsanty M. PSi., mengatakan, dalam konteks kesehatan mental, iklim budaya mengkritik atau sekarang dikenal dengan mom shaming kerap menimbulkan masalah dan tekanan yang memengaruhi psikologis perempuan. Padahal kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan yang penting untuk diperhatikan terutama saat persiapan kehamilan, selama menjalani kehamilan, dan periode pemberian ASI.  

Psikolog klinis, Dessy Ilsanty M. PSi.[Suara.com/Vessy]
Psikolog klinis, Dessy Ilsanty M. PSi.[Suara.com/Vessy]

"Mom shaming adalah perbuatan mencela dan mengecilkan orang lain dengan mengomentari aspek tertentu dari orang tersebut. Dalam hal mom shaming, celaan diarahkan terhadap pola pengasuhan," ungkap Dessy Ilsanty saat ditemui Suara.com dalam acara Hallobumil Apps saat kampanye Campaign Hallobumil Mengerti Mama di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

Pola makan atau berat badan anak menjadi topik yang paling banyak dikritik. Disusul oleh topik mengenai pemberian ASI atau susu formula, dan mode ibu dalam menerapkan kedisiplinan. Kebanyakan orang mengalami mom shaming secara langsung dan dalam kondisi privat.

"Mom shaming biasanya berbentuk nasihat dari orang yang (merasa) lebih berpengalaman. Namun cara penyampaiannya tidak tepat, menimbulkan kesan negatif dan membuat korban merasa buruk atau  bersalah atas pilihan yang telah dibuatnya," sambung Dessy.

Komentar-komentar shaming itu seperti kalimat, "anaknya kok jorok sih mainnya?", "makannya kok instan?", (kok anaknya hitam, pesek, botak?", dan lain sebagainya. Komentar-komentar itu membuat ibu tersinggung karena perasaannya sangat sensitif. Lantas, how to fight mom shaming?

baca juga

"Dengan berpikir positif, bijaksana dalam merespon, dan fokus terhadap diri sendiri serta keluarga agar tidak mudah terganggu dengan komentar orang," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Mom Shaming, Vicky Shu Sampai Menangis Mengadu ke Suami

Alami Mom Shaming, Vicky Shu Sampai Menangis Mengadu ke Suami

Lifestyle | Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:00 WIB

Tidur Telentang Selama Trimester Ketiga Berisiko Lahirkan Bayi BB Rendah!

Tidur Telentang Selama Trimester Ketiga Berisiko Lahirkan Bayi BB Rendah!

Health | Minggu, 13 Oktober 2019 | 17:50 WIB

Ibu Juga Manusia, Yuk Stop Perilaku Mom Shaming dengan 3 Langkah Ini

Ibu Juga Manusia, Yuk Stop Perilaku Mom Shaming dengan 3 Langkah Ini

Lifestyle | Kamis, 19 September 2019 | 15:35 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×