Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:05 WIB
Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia
Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia [shutterstock]

Suara.com - Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Ilmuwan dari Wellcome Sanger Institute memprediksi ada jenis penyakit malaria mematikan yang sebelumnya menyerang gorila, melompat dan menyerang manusia.

Gorila memang dipercaya sebagai inang asli parasit tersebut.

Selama sekitar 50.000 tahun lamanya, kini parasit berjenis Plasmodium falciparum tersebut bermutasi dan telah beribah menjadi ancaman baru bagi umat manusia.

Afrika sendiri dikenal sebagai rumah bagi ratusan ribu kasus orang meninggal dunia akibat malaria setiap tahunnya.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Biology ini dipercaya dapat membantu mengungkap cara-cara baru memerangi malaria.

Ilustrasi vaksin malaria. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin malaria. (Shutterstock)

Malaria terjadi akibat adanya parasit yang masuk ke aliran darah ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia atau hewan. Ada banyak jenis parasit malaria yang berbeda. Namun salah satu yang paling berbahaya menyerang manusia adalah Plasmodium falciparum.

Para peneliti meyakini bahwa ribuan tahun yang lalu ada dua jenis parasit malaria yang menginfeksi seekor gorila dan terjadi pertukaran beberapa materi genetik.

"Ini adalah peristiwa yang sangat langka yang menyebabkan begitu banyak kematian dan penyakit pada manusia. Kami cukup terkejut dengan temuan ini. Sangat memuaskan karena masuk akal dengan banyak penelitian lain yang telah dilakukan oleh rekan-rekan. Ini memberikan penjelasan molekuler tentang bagaimana lompatan ini bisa terjadi," kata penulis utama peneliyian, Dr Gavin Wright seperti mengutip BBC.

baca juga

Hampir setengah dari populasi di dunia berisiko terserang malaria. Kasus dan kematian terbanyak akibat malaria terjadi di Afrika sub-Sahara yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum. 

Lewat penelitian ini, tim ilmuwan berharap dapat menemukan vaksin terbaik yang dapat menuntaskan kasus pandemi malaria di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Malaria, KKP Surabaya Minta Pengungsi Wamena Periksa Kesehatan

Waspada Malaria, KKP Surabaya Minta Pengungsi Wamena Periksa Kesehatan

Health | Senin, 07 Oktober 2019 | 17:25 WIB

Dunia Butuh Modal Rp 60 T Lebih untuk Basmi Malaria hingga Tahun 2050

Dunia Butuh Modal Rp 60 T Lebih untuk Basmi Malaria hingga Tahun 2050

Health | Rabu, 18 September 2019 | 12:36 WIB

Vaksin Malaria Pertama di Dunia Akan Mulai Digunakan di Kenya

Vaksin Malaria Pertama di Dunia Akan Mulai Digunakan di Kenya

Health | Jum'at, 13 September 2019 | 18:49 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×