Terkuak, Ini 4 Alasan Mengapa Malaria Sulit Dibasmi di Papua

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 22 Agustus 2019 | 22:31 WIB
Terkuak, Ini 4 Alasan Mengapa Malaria Sulit Dibasmi di Papua
Ilustrasi nyamuk malaria sulit dibasmi di Papua. (Pixabay/Skeeze)

Suara.com - Terkuak, Ini 4 Alasan Mengapa Malaria Sulit Dibasmi di Papua.

Indonesia mencanangkan bebas malaria pada 2030 mendatang, 11 tahun bukan waktu yang mudah mengingat daerah timur Indonesia jadi tantangan terberat.

Papua, daerah tertinggi berkembangnya wabah yang berasal dari nyamuk itu, khususnya Manokwari ibu kota Papua Barat.

Mengapa itu bisa terjadi? dan apa sebab di Papua malaria begitu sulit dibasmi? Staf Ali Kementerian Ekonomi Kesehatan, dr.H.Moh Subuh MPPM mengungkap setidaknya beberapa faktor beratnya penanganan malaria di Papua.

1. Geografis dan budaya

Seperti diketahui penduduk Papua masih kental dengan budaya, juga tidak sedikit yang masih hidup di pedalaman, dekat dengan kebun, rawa dan popohonan tempat bersarangnya nyamuk.

"Masalah penduduk tinggal di rawa-rawa itu juga masalah besar, mungkin dengan dibukanya transportasi yang dilakukan oleh pak presiden, itu juga bisa minimal mengatasi secara geografis bagaimana nanti masyarakat di sana bisa hidup," ungkap dr. Subuh.

2. Kurang edukasi

Papua dan beberapa daerah timur Indonesia lainnya dianggap sebagai salah satu daerah tertinggal. Sedangkan Presiden Joko Widodo memang menargetkan Papua sebagai fokus pembangunan manusia dengan memberi edukasi ihwal kesehatan.

"Sekarang ibu menteri (kesehatan) mengutus, utusan khusus pejabat eselon 1 untuk mendampingi segala program di Papua, khususnya masalah imunisasi dan penyakit menular. Jadi mereka harus didampingi," jelasnya.

baca juga

3. Kurang kesadaran

Kesadaran belum tumbuh mengingat masyarakatnya belum teredukasi tentang pentingnya kesehatan. Karena menurut dr.Subuh jika masyarakat sadar mereka akan berupaya mencari solusi agar tidak terjangkit malaria.

"Mereka sadar bahwa malaria adalah penyakit menular yang dapat dicegah, kalau sadar mereka akan melakujan perilaku upaya pencegahan. Contohnya kita sediakan kelambu dipakai kelambunya, dia bersih-bersih dong lingkungannya terhadap perindukkan nyamuk," paparnya.

4. Kurang kerjasama berbagai sektor

Dr. Teguh mengatakan wabah malaria tidak hanya tugas pemerintah tapi juga memerlukan kerjasama sektor swasta termasuk bidang kedokteran atau perusahaan yang berdiri di tanah Papua.

Terbukti saat perusahaan terlibat angka API di Papua menurun drastis. Karena perusahaan biasanya menerapkan kepada karyawannya cara hidup bersih saat bekerja atau di tempat kerjanya.

"Di beberapa daerah yang ada company-nya mereka sudah menyentuh, seperti di Papua Barat, di Kabupaten Teluk Bintuni, itu luar biasa sekali, kerjasama antara lintas sektor dan sektor private, dia bisa menurunkan API (Annual Parasite Incidence) itu dari 200 menjadi di bawah 5 dalam waktu 3 tahun, dia dapat penghargaan di Dubai," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kirim Surat Kawat, Mendagri Perintahkan PNS di Papua Tak Ikut Demo

Kirim Surat Kawat, Mendagri Perintahkan PNS di Papua Tak Ikut Demo

News | Kamis, 22 Agustus 2019 | 21:02 WIB

Berapa Lama Blokir Internet di Papua? Menkominfo Pun Belum Tahu

Berapa Lama Blokir Internet di Papua? Menkominfo Pun Belum Tahu

Tekno | Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:25 WIB

Masih Peringkat Pertama, 2030 Kemenkes Targetkan Papua Bebas Malaria

Masih Peringkat Pertama, 2030 Kemenkes Targetkan Papua Bebas Malaria

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:22 WIB

Terkini

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Upacara Bendera Sila Ke Berapa? Ini Makna dan Penerapan Nilai Pancasila Sehari-hari

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

OK! Madam: Bon Voyage, Aksi Seru Mantan Agen Rahasia Menyelamatkan Kapal!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

CIMB Niaga Catat Kredit Tumbuh 6,6% Jadi Rp247,2 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:22 WIB

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:08 WIB

×