Anda Bersedia Disuntik Virus Flu? Dibayar Rp 46 Juta Lho!

Ade Indra Kusuma, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 02 November 2019 | 12:35 WIB
Anda Bersedia Disuntik Virus Flu? Dibayar Rp 46 Juta Lho!
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

Suara.com - Anda Bersedia Disuntik Virus Flu? Dibayar Rp 46 Juta Lho!

Hari gini, siapa yang mau sakit? Membuat tubuh tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, meskipun itu hanya sakit flu. Tapi bagaimana jika Anda diminta sakit dan dibayar? Apakah tertarik?.

Mengutip Dailymail, Sabtu (2/11/2019) para peneliti Saint Louis University Missouri bekerjasama dengan tiga universitas lainnya memberikan tawaran senilai 3.310 dollar atau setara  Rp 46 juta untuk orang yang mau disuntikkan virus flu.

Alasannya, peneliti ingin melihat lebih jauh apa yang terjadi saat orang terserang flu, dan bagaimana tubuh mengatasinya.

Pemikiran ini berangkat dari flu jadi penyebab kematian tertinggi ke dua pada anak di AS saat musim flu menyerang, seperti yang diungkap Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Sebanyak 80 orang peserta sehat dicari untuk dengan kisaran usia 18 hingga 49 tahun yang akan di training selama 4 bulan. Mereka nantinya akan diinfeksi melalui hidung dengan virus flu musiman H1N1. Peserta akan tinggal di pusat studi kampus selama 10 hari, dimana mereka akan dibayar 300 dollar atau senilai Rp 4,2 juta per hari.

Selama waktu penelitian, para peneliti akan mengambil sampel darah, kotoran hidung dan tenggorokan baik sebelum dan setelah peserta terinfeksi. Gejala flu, termasuk demam, nyeri otot dan lemas akan dicatat setiap hari selama 14 hari. 

Setelah mereka keluar dari klinik, para peserta tetap harus mengunjungi klinik tiga kali, untuk diambil darah, kebersihan hidup dengan beberapa pertanyaan dari peneliti.

Empat kunjungan itu akan dibayar 75 dollar atau Rp 1 juta per kunjungan dan 10 dollar atau Rp 140 ribu untuk satu pertanyaan melalui panggilan telepon. Sayangnya, para peneliti hanya akan menerima peserta dalam jarak dekat dari lokasi penelitian berkisar di radius 200 mil atau lebih.

baca juga

"Periset NIAID telah menjadi pelopor dalam uji coba tantangan influenza manusia kontemporer. Percobaan ini menyediakan alat yang ampuh untuk mempelajari banyak aspek dan perkembangan penyakit influenza, yang juga dapat membantu menilai pengobatan baru dan vaksin secara efisien," ujar Dr Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Institut Kesehatan untuk Alergi dan Penyakit Menular (NIAID).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Baru: Peneliti Temukan Antibodi yang Dapat Menyerang Segala Virus Flu

Studi Baru: Peneliti Temukan Antibodi yang Dapat Menyerang Segala Virus Flu

Health | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 08:05 WIB

Zodiak Kesehatan 22 Oktober 2019: Gemini Waspada Flu, Cancer Jaga Perut

Zodiak Kesehatan 22 Oktober 2019: Gemini Waspada Flu, Cancer Jaga Perut

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 07:05 WIB

Akibat Luka Kecil di Vagina, Seorang Wanita Alami Infeksi Darah Mematikan

Akibat Luka Kecil di Vagina, Seorang Wanita Alami Infeksi Darah Mematikan

Health | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 16:35 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×