Akibat Luka Kecil di Vagina, Seorang Wanita Alami Infeksi Darah Mematikan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 11 Oktober 2019 | 16:35 WIB
Akibat Luka Kecil di Vagina, Seorang Wanita Alami Infeksi Darah Mematikan
Pasien perempuan di rumah sakit sedang dirawat. (Shutterstock)

Suara.com - Greta Zarate, seorang wanita dari lima anak mengalami infeksi darah mematikan dari tampon yang digunakannya saat menstruasi. Akibatnya, dia ini harus dirawat intensif selama empat hari.

Awalnya, perempuan asal North Carolina ini mengalami gejala seperti terserang flu saat hari pertama haid pada 31 Januari lalu. Empat hari kemudian, demamnya justru meninggi dan tekanan darah anjlok hingga ia dilarikan ke Rumah Sakit Onslow Memorial.

Ia diperiksa menggunakan sinar-X, ultrasound dan CT scan. Namun, ketiga alat pemeriksaan tersebut tidak dapat menemukan penyebab kesehatannya menurun.

"Ketika saya sampai di rumah sakit, mereka tidak dapat menemukan apa yang salah dengan saya. Tekanan darah saya sangat rendah. Saya menjalani rontgen dan CT scan," kata Zarate, pada Daily Mail.

Salah satu perawat pun menyarankan Zarate untuk berkonsultasi dengan seorang ginekolog. Sang perawat menduga Zarate mengalami toxic shock syndrome yang biasanya dialami wanita yang sedang menstruasi. Ternyata dugaan itu benar.

Ilustrasi tampon (Shutterstock)

"Mereka menemukan ada infeksi bakteri staph dalam darahku setelah melakukan pemeriksaan pada vagina dan itu berasal dari luka kecil di vaginaku," terang Zarate.

Toxic shock syndrome merupakan infeksi bakteri yang sangat berbahaya. Sindrom ini bisa salah deteksi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain dan termasuk infeksi yang jarang terjadi.

Infeksi ini biasanya berasal dari bakteri staphylococcus aureus atau streptococcus yang hidup di kulit, menyerang aliran darah, dan melepaskan racun berbahaya.

Gejala dari TSS umumnya dimulai dengan demam tinggi mendadak hingga di atas 38,9°C.

baca juga

Dalam beberapa jam, seorang penderita akan mengalami gejala seperti flu termasuk sakit kepala, sakit otot, sakit tenggorokan dan batuk. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, diare, merasa pingsan, pusing dan kebingungan.

Wanita paling berisiko terkena sindrom ini selama menstruasi, terutama jika mereka menggunakan tampon, baru saja melahirkan atau menggunakan kontrasepsi penghalang internal, seperti diafragma.

Ilustrasi konsultasi menstruasi (Shutterstock)

Sementara itu setelah diketahui penyakitnya, dokter memberi Zarate antibiotik, cairan dan morfin untuk melawan infeksi serta mengatasi rasa sakitnya.

Kondisinya semakin membaik dan ia mengaku sangat beruntung karena mendapat perawatan tepat pada waktunya.

"Orang yang terkena toxic shock syndrome dapat berakhir dengan kehilangan anggota tubuh atau bahkan sekarat jadi saya merasa sangat beruntung," tandas Zarate.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitos atau Fakta? Keramas Bikin Menstruasi Tak Lancar dan Sakit Kepala

Mitos atau Fakta? Keramas Bikin Menstruasi Tak Lancar dan Sakit Kepala

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2019 | 10:45 WIB

Cegah Anemia saat Haid, Ikuti 4 Langkah Ini

Cegah Anemia saat Haid, Ikuti 4 Langkah Ini

Health | Rabu, 09 Oktober 2019 | 09:45 WIB

Tak Perlu Panik, Bayi Perempuan yang Baru Lahir Umum Alami 'Menstruasi'

Tak Perlu Panik, Bayi Perempuan yang Baru Lahir Umum Alami 'Menstruasi'

Health | Rabu, 09 Oktober 2019 | 07:15 WIB

Baru Dilahirkan 5 Hari, Bayi Perempuan Ini Sudah Alami Menstruasi!

Baru Dilahirkan 5 Hari, Bayi Perempuan Ini Sudah Alami Menstruasi!

Health | Rabu, 09 Oktober 2019 | 06:50 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×