Array

Paparan Sinar Matahari Juga Pengaruhi Kinerja Otak, Bagaimana Caranya?

Senin, 04 November 2019 | 13:07 WIB
Paparan Sinar Matahari Juga Pengaruhi Kinerja Otak, Bagaimana Caranya?
Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)

Suara.com - Paparan sinar matahari saat pagi hari atau setidaknya sebelum pukul 9 pagi memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Bahkan, sinar matahari pun dapat memengaruhi cara kerja otak kita dan ini adalah salah satu manfaat sinar matahari.

Berdasarkan sebuah studi China pada 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Cell, ada kolerasi antara paparan sinar matahari, peningkatan memori, dan suasana hati.

Selain itu, studi 2009 yang terbit dalam jurnal Environmental Health menunjukkan sinar matahari dapat meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan otak untuk memproses pikiran dan menyelesaikan tugas, terutama pada orang yang mengalami depresi.

Namun, hal ini tidak memengaruhi semua orang, tetap tergantung pada tempat tinggal dan jadwal kerja Anda.

Hanya saja, Indonesia adalah negara tropis yang hampir setiap hari terkena sinar matahari sehingga kemungkinan besar kita akan mendapatkan manfaat ini.

Ilustrasi. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi berjemur di pagi hari(Foto: shutterstock)

Bagi seseorang yang memiliki kondisi gangguan afektif musiman (GAM), kekurangan paparan sinar matahari akan membuat mereka tertekan secara psikologis dan kelelahan fisik.

Sujay Kansagra, MD, associate professor di Duke University Medical Center dan pakar kesehatan tidur Mattress Firm, mengatakan terkena sinar matahari di pagi hari dapat membantu membuat Anda merasa lebih waspada.

Dr. Kansagra juga mengungkapkan, penting untuk memastikan jam tidur Anda tidak terganggu akibat paparan cahaya buatan di malam hari, seperti cahaya dari televisi atau layar ponsel.

"Cahaya dari lingkungan adalah sinyal utama untuk jam otak Anda," tuturnya.

Baca Juga: Ada Risiko di Balik Kurangnya Tubuh Terpapar Sinar Matahari

Ruangan kantor dengan paparan sinar matahari, bakteri pun pergi. (Shutterstock)
Ruangan kantor dengan paparan sinar matahari. (Shutterstock)

Hal ini juga didukung oleh pernyataan dari Dr. Conor Heneghan, Ph.D., peneliti Fitbit. "Secara tradisional, otak kita mengandalkan sinar matahari untuk memahami kapan kita secara alami harus bangun dan tidur," jelasnya, melansir Bustle.

Oleh karena itu, pakar sangat merekomendasikan pada semua orang, kecuali dengan kondisi kesehatan tertentu, untuk terkena sinar matahari di pagi hari agar suasana hati selalu positif.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI