Ada Risiko di Balik Kurangnya Tubuh Terpapar Sinar Matahari

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Jum'at, 01 November 2019 | 08:52 WIB
Ada Risiko di Balik Kurangnya Tubuh Terpapar Sinar Matahari
Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)

Suara.com - Terlalu banyak terpapar sinar matahari memang memiliki efek yang buruk untuk kesehatan kulit. Meski demikian, terlalu sedikit mendapat sinar matahari juga memiliki konsekuensi sendiri.

Sebab, kurangnya paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat membawa efek merugikan bagi tubuh kita.

Kurangnya sinar matahari yang mengandung vitamin D dapat menyebabkan banyak masalah seperti tulang yang lemah, kelainan bentuk kaki, kanker, depresi, masalah kulit, kenaikan berat hingga masalah kognitif.

"Kurangnya paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat memiliki efek merugikan tubuh kita, itulah sebabnya memastikan Anda mendapatkan cukup vitamin D sangat penting, bahkan jika perlu dalam bentuk suplemen," kata Dr Clare Morrison, dokter umum dan penasihat medis seperti dikutip dari Metro.

Kekurangan vitamin D tidak hanya mempengaruhi secara fisik, tetapi juga secara mental. Tanpa paparan sinar matahari yang cukup, kadar serotonin akan turun. Kadar serotonin yang rendah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dari depresi berat.

Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)
Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)

Dr Clare Morrison mengatakan D3 adalah bentuk vitamin yang paling efektif dan penting, dan cara terbaik untuk mendapatkannya dalam asupan makanan adalah melalui ikan berminyak seperti mackerel dan salmon, minyak ikan, telur, hati dan mentega.

"Selain itu, tubuh membuat D3 sendiri ketika kulit terkena sinar matahari langsung," ujarnya.

Lantas, pukul berapa baiknya kita terpapar sinar matahari langsung?

Paparan sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pagi hari menjelang siang. Waktu pagi ini dianggap tepat untuk mendapatkan manfaat matahari dan mengurangi risiko bahaya paparan sinar ultraviolet.

Baca Juga: Selain dari Makanan, 3 Faktor Ini Juga Sebabkan Anda Kekurangan Vitamin D

Sebaliknya, sangat dianjurkan untuk menghindari sinar matahari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore.

Meski begitu, kita perlu memerhatikan durasi berada di bawah paparan matahari. Disarankan untuk menghabiskan waktu sekitar 20 hingga 30 menit di pagi dan sore hari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI