Waduh, Produk Pewarna Rambut Populer Dikaitkan dengan Risiko Kanker?

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Kamis, 05 Desember 2019 | 08:10 WIB
Waduh, Produk Pewarna Rambut Populer Dikaitkan dengan Risiko Kanker?
Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Waduh, Produk Pewarna Rambut Populer Dikaitkan dengan Risiko Kanker?

Produk pewarna rambut dan cairan pelurus rambut kimiawi diduga terkait dengan meningkatnya risiko seorang perempuan menderita penyakit kanker payudara.

Hal tersebut ditulis dalam studi terbaru yang diterbitkan oleh International Journal of Cancer.

Dilansir laman Time, studi baru yang didanai oleh Institut Kesehatan Nasional (NIH) dan Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan tersebut membuat kesimpulan setelah tim melacak kebiasaan 46.700 perempuan AS yang terdaftar dalam Studi Sister.

Studi Sister sendiri merupakan kelompok perempuan yang tidak memiliki penyakit kanker payudara tetapi memiliki saudara perempuan yang terkena penyakit mematikan tersebut.

Usia responden sangat beragam mulai dari 35 hingga 74 tahun. Mereka kemudian diminta menjawab pertanyaan tentang kesehatan, gaya hidup termasuk penggunaan produk rambut dan demografi pada awal penelitian. Hasil wawancara diperbaharui dan ditindaklanjuti hingga berlangsung rata-rata selama delapan tahun.

Lebih dari setengah responden melaporkan bahwa mereka telah menggunakan pewarna rambut permanen setahun sebelum bergabung dalam penelitian. Selain itu, sekitar 10 persen dari responden mengatakan mereka menggunakan pelurus rambut kimiawi.

Setelah delapan tahun penelitian, terungkap bahwa responden memiliki peluang lebih besar mengembangkan kanker payudara terutama jika mereka teridentifikasi sebagai orang kulit hitam.

Secara keseluruhan, menggunakan pewarna permanen dikaitkan dengan risiko 9 persen lebih tinggi terkena kanker payudara, dibandingkan dengan yang tidak menggunakan. Hanya saja perempuan kulit hitam yang menggunakan pewarna permanen memiliki risiko kanker payudara 45 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan yang tidak menggunakan pengguna. Selain itu, mereka yang menggunakan produk ini setiap delapan minggu atau malah lebih sering memiliki risiko 60 persen lebih tinggi.

baca juga
Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)
Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)

Alexandra White, sebuah lembaga epidemiologi Ilmu Kesehatan Lingkungan Nasional dan salah satu penulis studi, mencatat bahwa ini mungkin disebabkan oleh perbedaan dalam formulasi pewarna dan pelurus yang digunakan oleh perempuan ras kulit hitam daripada kulit putih.

Rekan penulisnya Dale Sandler menambahkan bahwa rambut yang lebih kasar dan lebih tebal juga dapat menyerap lebih banyak pewarna.

Keduanya memastikan bahwa penelitian tersebut masih berupa hipotesis. Tetapi Sandler mengatakan penting bagi para dokter untuk mengetahui perbedaannya, terutama karena perempuan kulit hitam lebih mungkin meninggal akibat kanker payudara daripada perempuan kulit putih.

Nisha Unni, seorang asisten profesor hematologi dan onkologi di University of Texas Southwestern Medical Center, menyebut temuan tersebut 'mengejutkan'. Namun ia tetap memiliki catatan bahwa perempuan kulit hitam diketahui lebih mungkin daripada perempuan kulit putih untuk mengembangkan subtipe kanker payudara terkait pewarnaan rambut dan pelurus.

Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)
Produk pewarna rambut dikaitkan dengan risiko kanker. (Shutterstock)

Ia juga mencatat, meski penelitian dirancang dengan baik, tapi penelitian ini tidak dapat mengisolasi setiap faktor yang mempengaruhi risiko kanker.

Misalnya, orang cenderung terkena kanker seiring bertambahnya usia dan rambut beruban yang berkaitan dengan usia juga dapat meningkatkan seseorang melakukan pewarnaan rambut.

"Pewarna rambut mengandung lebih dari 5.000 senyawa yang berbeda ... dan formulanya terus berubah. Beberapa senyawa memiliki lebih banyak bukti untuk mendukung kemungkinan karsinogenisitasnya daripada yang lain," kata Alexandra White.

Untuk kasus kanker payudara, ia mengatakan beberapa bukti terkuat menunjuk pada senyawa amina aromatik, bahan kimia tidak berwarna dalam pewarna rambut yang telah terbukti berikatan dengan DNA dalam jaringan payudara, dan berpotensi menyebabkan kerusakan DNA yang terkait dengan kejadian kanker.

Studi ini melacak sekelompok perempuan yang relatif kecil yang sebenarnya menderita kanker, dan penyakit ini hampir tidak pernah disebabkan oleh satu hal saja. "Kita tahu bahwa banyak faktor berbeda mempengaruhi risiko kanker payudara," pungkas White.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Unik Soal Rambut Kemaluan yang Perlu Kamu Tahu

5 Fakta Unik Soal Rambut Kemaluan yang Perlu Kamu Tahu

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 20:19 WIB

Gara-gara Implan Payudara, Wanita ini Jadi Temukan Benjolan Kankernya!

Gara-gara Implan Payudara, Wanita ini Jadi Temukan Benjolan Kankernya!

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 11:14 WIB

Rambut Kaesang Kayak Batok Kelapa, Gaji Miliaran Bodyguard Kylie Jenner

Rambut Kaesang Kayak Batok Kelapa, Gaji Miliaran Bodyguard Kylie Jenner

Lifestyle | Sabtu, 30 November 2019 | 20:05 WIB

Terkini

Temuan MK soal Syarat Pendidikan Gibran, Bivitri Dorong DPR Gunakan Hak Angket

Temuan MK soal Syarat Pendidikan Gibran, Bivitri Dorong DPR Gunakan Hak Angket

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bakal Jadi Rujukan Revisi UU Pemilu dan PKPU

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bakal Jadi Rujukan Revisi UU Pemilu dan PKPU

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan

Jeritan Ojol Hingga Buruh di Bogor Dalam Bayang-bayang Angka Kemiskinan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Langkah Kecil Menuju Mimpi

Langkah Kecil Menuju Mimpi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Bertahan Sejak 1980-an, Warga Kampung Bali Pasrah Rumah Sempitnya Bakal Diterjang Proyek DKI

Bertahan Sejak 1980-an, Warga Kampung Bali Pasrah Rumah Sempitnya Bakal Diterjang Proyek DKI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober Ini, Siapa Saja yang Dapat?

Bantuan Pangan Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Oktober Ini, Siapa Saja yang Dapat?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Kajari Konawe Diamankan dan Diperiksa Kejagung, Diduga Salahgunakan Wewenang

Kajari Konawe Diamankan dan Diperiksa Kejagung, Diduga Salahgunakan Wewenang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Rumus Disposable Income dan Cara Menghitungnya untuk Mengatur Keuangan

Rumus Disposable Income dan Cara Menghitungnya untuk Mengatur Keuangan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×