WHO: Meningkatnya Kasus Campak Jadi Bukti Gagalnya Kolektif Melindungi Anak

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Selasa, 10 Desember 2019 | 14:30 WIB
WHO: Meningkatnya Kasus Campak Jadi Bukti Gagalnya Kolektif Melindungi Anak
Ilustrasi penyakit campak. [shutterstock]

Suara.com - WHO: Meningkatnya Kasus Campak Jadi Bukti Gagalnya Kolektif Melindungi Anak

Sebanyak 140.000 orang meninggal dunia akibat campak di seluruh dunia pada tahun lalu. Dari angka tersebut, lebih dari setengahnya merupakan anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Situasi mengerikan tersebut digambarkan oleh para ahli kesehatan sebagai 'tragedi yang dapat dicegah' dengan vaksin.

Saking memprihatinkannya, beberapa negara di dunia seperti Inggris, Albania, Ceko dan Yunani telah kehilangan status 0 eliminasi campak pada 2018 lalu.

Bahkan belum lama ini negara kecil di Pasifik yaitu Samoa telah menyatakan kondisi darurat karena campak.

Campak adalah virus yang sangat menular yang menyebar lewat semburan dari batuk, bersin atau cairan kontak langsung. Virus campak dapat bertahan di udara atau di permukaan selama berjam-jam. Campak sering diawali dengan demam, tidak enak badan, sakit mata dan batuk diikuti oleh demam yang meningkat dan ruam-ruam. Jika parah, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia WHO menghitung ada 7,6 juta kasus campak dan 124.000 kematian pada tahun 2017 dan angkanya naik menjadi 9,8 juta kasus campak dan 142.000 kematian pada 2018.

"Fakta bahwa setiap anak meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak, terus terang ini sangat gila dan kegagalan kolektif untuk melindungi anak-anak yang paling rentan di dunia," kata Dr. Tedros Ghebreysus, direktur jenderal WHO dilansir dari BBC.

Apa penyebabnya? Secara singkat, cakupan vaksinasi tidak meningkat malah cenderung turun. Padahal untuk menghentikan penyebaran campak, 95 persen anak-anak perlu mendapatkan dua dosis vaksin campak.

baca juga

Lima negara yang paling parah terkena dampak pandemi campak pada 2018 adalah Republik Demokratik Kongo, Liberia, Madagaskar, Somalia, dan Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benahi BPJS, Menkes Terawan Singgung Operasi Caesar Tanpa Alasan Medis

Benahi BPJS, Menkes Terawan Singgung Operasi Caesar Tanpa Alasan Medis

Video | Sabtu, 30 November 2019 | 16:30 WIB

WHO Cemas Orang Masih Percaya Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Biasa

WHO Cemas Orang Masih Percaya Rokok Elektrik Lebih Aman dari Rokok Biasa

Health | Selasa, 19 November 2019 | 11:37 WIB

Di Forum WHO, Kepala BPOM Ungkap 3 Strategi Indonesia Lawan Obat Palsu

Di Forum WHO, Kepala BPOM Ungkap 3 Strategi Indonesia Lawan Obat Palsu

Health | Minggu, 27 Oktober 2019 | 18:00 WIB

Terkini

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

Dunia Gemetar, Harga Minyak Terus Mendidih saat Perdamaian AS - Iran Makin Tak Jelas

News | Senin, 28 September 2026 | 10:48 WIB

Apa Tanda-tanda Jika Sabun Cuci Muka Tidak Cocok? Cek Perubahan Ini pada Kulit

Apa Tanda-tanda Jika Sabun Cuci Muka Tidak Cocok? Cek Perubahan Ini pada Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:46 WIB

Temuan di Lapas Cibinong Jadi Alarm, Pakar Dorong Imipas Sisir Seluruh Lapas

Temuan di Lapas Cibinong Jadi Alarm, Pakar Dorong Imipas Sisir Seluruh Lapas

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 10:45 WIB

5 Smartwatch Murah Terbaik yang Fiturnya Lengkap, Connect Strava hingga NFC

5 Smartwatch Murah Terbaik yang Fiturnya Lengkap, Connect Strava hingga NFC

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 10:42 WIB

5 Rekomendasi Serum Kolagen Terjangkau, Bantu Kulit Kenyal dan Tampak Awet Muda

5 Rekomendasi Serum Kolagen Terjangkau, Bantu Kulit Kenyal dan Tampak Awet Muda

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:42 WIB

Gibran Minta Investigasi Keracunan di Batang Segera Dituntaskan dan Transparan

Gibran Minta Investigasi Keracunan di Batang Segera Dituntaskan dan Transparan

News | Senin, 28 September 2026 | 10:40 WIB

Pemimpin Arab Sampaikan Duka Cita Atas Tragedi KMP Virgo Transport 8

Pemimpin Arab Sampaikan Duka Cita Atas Tragedi KMP Virgo Transport 8

News | Senin, 28 September 2026 | 10:30 WIB

Mau Ikut Fun Run 5K? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Nyaman dari Lokal Sampai Global

Mau Ikut Fun Run 5K? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Nyaman dari Lokal Sampai Global

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:29 WIB

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:25 WIB

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

×