Drone di Tanzania Disiapkan Jadi Senjata Ampuh Lawan Malaria

Ade Indra Kusuma

Selasa, 17 Desember 2019 | 11:05 WIB
Drone di Tanzania Disiapkan Jadi Senjata Ampuh Lawan Malaria
Ilustrasi drone. (Pixabay/Powie)

Suara.com - Drone di Tanzania Disiapkan Jadi Senjata Ampuh Lawan Malaria

Drone digunakan sebagai senjata baru dalam perang melawan Malaria di pulau Zanzibar, Tanzania.

Drone ini mulai diterapkan di desa Cheju, drone ini bekerja menyebarkan cairan silikon ke genangan air yang luas di sawah-sawah dimana nyamuk pembawa malaria bertelur.

Drone di Zanzibar digunakan untuk menyebarkan cairan silikon ke genangan air. Cairan itu kemudian membentuk lapisan tipis yang akan mencegah telur nyamuk menetas.

Dr. Bart Knols, seorang pakar entomologi medis dan pemimpin utama riset dalam Program Eliminasi Malaria Zanzibar, mengatakan metode ini bisa mengurangi secara signifikan jumlah nyamuk pembawa malaria di kawasan itu.

Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)

"Lapisan ini akan bertahan selama tiga sampai empat minggu, kemudian akan hancur sendirinya. Lalu, setelah sebulan, pasang lapisan baru di permukaan air supaya bisa mengendalikan nyamuk-nyamuk," kata Bart Knols.

Tanpa lapisan gel itu, larva akan menetas menjadi nyamuk dewasa penghisap darah. Ketika nyamuk itu menggigit manusia yang terinfeksi malaria, nyamuk menjadi vektor atau pembawa penyakit dan menularkannya ke orang lain.

Abdula Ally dari Program Eliminasi Malaria Zanzibar mengatakan di Afrika Timur, Zanzibar dan Tanzania telah lama berjuang melawan malaria. Penggunaan drone adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah itu.

"Dengan intervensi manual, kami tidak bisa menangani wilayah yang luas, tapi dengan drone berbeda," kata Abdula Ally seperti mengutip VOAIndonesia.

baca juga

Para pejabat mengatakan penyemprotan dengan drone merupakan cara yang terjangkau untuk mencegah nyamuk bereproduksi.

"Drone bisa terbang dengan kecepatan yang bisa disesuaikan, satu hektar dengan 10 liter cairan bisa disebar dalam tiga menit; kami mengkalkulasi bahwa dalam sejam kami bisa menyemprot delapan hektar," kata Guido Welter, dari Drone untuk Proyek Malaria. Itu setara dengan ukuran delapan lapangan rugby.

Manajer produk bagi drone DJI Agras, Eduardo Rodriguez, mengatakan drone bisa dioperasikan secara manual, dan bisa juga secara otomatis.

"Drone bisa diterbangkan secara otonom dengan memasukkan koordinat GPS wilayah yang perlu disemprot," kata Eduardo Rodriguez.

Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), Aquatain AMF, produk yang disemprotkan tersebut aman dan efektif apabila digunakan sesuai petunjuk yang tertera di label.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren Banget, Peneliti Sebut Bahan Aktif dari Sup Bisa Jadi Obat Malaria

Keren Banget, Peneliti Sebut Bahan Aktif dari Sup Bisa Jadi Obat Malaria

Health | Jum'at, 22 November 2019 | 18:21 WIB

Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Parasit Malaria Mematikan pada Gorila Kini Mulai Mengancam Manusia

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:05 WIB

Terkuak, Ini 4 Alasan Mengapa Malaria Sulit Dibasmi di Papua

Terkuak, Ini 4 Alasan Mengapa Malaria Sulit Dibasmi di Papua

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 22:31 WIB

Terkini

Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong

Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Persib Amankan Tiga Poin Lewat Penalti Peralta, Cong Viettel Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Persib Amankan Tiga Poin Lewat Penalti Peralta, Cong Viettel Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib

Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:14 WIB

BBM Langka di Bali, Antrean Mengular hingga Warga Terpaksa Dorong Motor

BBM Langka di Bali, Antrean Mengular hingga Warga Terpaksa Dorong Motor

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:10 WIB

UEFA Siapkan 11 Poin Reformasi untuk Pangkas Kekuasaan Presiden FIFA, Infantino di Ujung Tanduk

UEFA Siapkan 11 Poin Reformasi untuk Pangkas Kekuasaan Presiden FIFA, Infantino di Ujung Tanduk

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Lewat Zoom, Darmawan Prasodjo Dicopot Jadi Dirut PLN

Lewat Zoom, Darmawan Prasodjo Dicopot Jadi Dirut PLN

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Rekor PNBP Imigrasi Tembus Target: Berkah atau Beban Pengawasan?

Rekor PNBP Imigrasi Tembus Target: Berkah atau Beban Pengawasan?

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Kenapa HP Cepat Panas saat Pakai Data Seluler? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa HP Cepat Panas saat Pakai Data Seluler? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Brimob Terjunkan 50 Personel Tangani Ledakan Pasar Cimanggis, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Brimob Terjunkan 50 Personel Tangani Ledakan Pasar Cimanggis, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:58 WIB

Gairah Sepak Bola Indonesia Bikin Bulu Kuduk Ole Romeny Berdiri: Eropa Kalah Jauh

Gairah Sepak Bola Indonesia Bikin Bulu Kuduk Ole Romeny Berdiri: Eropa Kalah Jauh

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:57 WIB

×