Array

Bekerja Lebih dari 40 Jam Seminggu Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Senin, 23 Desember 2019 | 12:23 WIB
Bekerja Lebih dari 40 Jam Seminggu Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi bekerja/karier/kerja/karyawan. (Pexels/Energepic)

Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Laval University di Quebec, Kanada, menunjukkan bekerja lebih dari 40 jam seminggu meningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga 50% daripada mereka yang bekerja 35 jam atau kurang.

Sedangkan mereka yang menghabiskan hingga 49 jam memiliki risiko 70 persen lebih besar.

Para peneliti mengatakan, stres, kurang tidur dan kurangnya olahraga adalah faktor penyebabnya. Karena mreka semua memberi tekanan ekstra pada tubuh yang dapat memicu stres.

Melansir Daily Mail, orang dengan hipertensi memiliki peningkatan risiko menderita stroke, serangan jantung atau penyakit ginjal.

"Baik hipertensi bertopeng maupun yang berkelanjutan memiliki risiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular," tutur penulis utama penelitian, dr. Xavier Trudel.

Hipertensi bertopeng merupakan kondisi ketika pemeriksaan tekanan darah memberi hasil sehat, namun di waktu lain justru menunjukkan tekanan darah yang berbeda, seperti malam hari.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Selain memperhitungkan jam kerja mereka, peneliti juga memperhitungkan faktor risiko lainnya, seperti jenis pekerjaan, usia, jenis kelamin, status merokok, pendidikan, dan indeks massa tubuh (BMI).

"Penelitian di masa depan dapat memeriksa apakah tanggung jawab rumah tangga, seperti jumlah anak, tugas rumah tangga, peran pengasuhan anak, memiliki kaitan dengan tekanan darah tinggi juga," sambung Trudel.

"Orang-orang harus menyadari bahwa jam kerja yang panjang dapat memengaruhi kesehatan jantung mereka, dan jika bekerja berjam-jam, mereka harus bertanya kepada dokter tentang pemeriksaan tekanan darah mereka dari waktu ke waktu," lanjutnya.

Baca Juga: Jadi Penyebab Kematian Nomor 3, Ini Hubungan Antara Hipertensi dan Stroke

Peneliti mengatakan temuan ini diterbitkan dalam jurnal Hypertension.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI