Jadi Penyebab Kematian Nomor 3, Ini Hubungan Antara Hipertensi dan Stroke

Vania Rossa, Vessy Dwirika Frizona

Rabu, 18 Desember 2019 | 11:54 WIB
Jadi Penyebab Kematian Nomor 3, Ini Hubungan Antara Hipertensi dan Stroke
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Suara.com - Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2018 menunjukan prevalensi stroke berdasarkan diagnosis pada penduduk berusia di atas 15 tahun adalah 10,85%. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada 2016, stroke menempati peringkat ke-2 sebagai penyakit tidak menular penyebab kematian dan peringkat ke-3 penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.

Dr. Eka Harmeiwaty, SpS, dokter spesialis saraf, menjelaskan, hipertensi merupakan penyebab utama stroke di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Untuk itulah, mencegah dan mengobati hipertensi penting dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya stroke.

“Hipertensi adalah faktor risiko paling sering menyebabkan terjadinya stroke iskemik dan stroke hemoragik. Angka prevalensi hipertensi pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 25,8% di tahun 2013 menjadi 34,1% di tahun 2018. Artinya, saat ini 3 di antara 10 penduduk Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas adalah penderita hipertensi”, kata dr. Eka dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Ia menambahkan, berdasarkan Indonesian Stroke Registry yang dilakukan di 18 rumah sakit pada tahun 2014, hasilnya menunjukkan dari 5.411 pasien stroke, 67% adalah stroke iskemik dan 33% stroke hemoragik perdarahan. Angka ini berbeda dengan data global yang menyebutkan insiden stroke iskemik adalah 80-85% dan stroke hemoragik 15-20%.

Terkait hubungan antara hipertensi dan stroke, dr. Eka menjelaskan, hipertensi menyebabkan stroke iskemik dan stroke hemoragik melalui mekanisme yang berbeda. Tekanan darah yang tinggi akan merusak elastisitas pembuluh darah di otak, dinding pembuluh darah menebal, dan mempermudah terbentuknya plak.

"Keadaan ini akan membuat lumen pembuluh darah menyempit dan tersumbat. Akibatnya otak tidak bisa mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang akan menyebabkan kerusakan hingga kematian sel saraf di otak," sambungnya.

Selain itu, hipertensi kronis akan menyebabkan penipisan dinding pembuluh darah arteri yang lebih kecil, dan menyebabkan terbentuknya gelembung yang bisa pecah sewaktu-waktu. Darah yang keluar dari pembuluh darah akan menekan sel saraf di sekitarnya dan menyebabkan kerusakan.

"Tubuh mempunyai kemampuan mengabsorbsi darah, sehingga bila perdarahan tidak luas, pemulihannya akan lebih baik dari stroke penyumbatan. Namun bila perdarahan luas, akan berakibat fatal, mulai serangan stroke hingga kematian," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Makan Cabai Bisa Turunkan Risiko Kena Stroke dan Serangan Jantung

Suka Makan Cabai Bisa Turunkan Risiko Kena Stroke dan Serangan Jantung

Health | Rabu, 18 Desember 2019 | 10:55 WIB

Orang yang Tidur dengan Pendengkur Berisiko Alami 3 Gangguan Kesehatan Ini

Orang yang Tidur dengan Pendengkur Berisiko Alami 3 Gangguan Kesehatan Ini

Health | Selasa, 17 Desember 2019 | 17:49 WIB

Gebuki Suami Stroke Pakai Tongkat, Ternyata Istrinya Idap Gangguan Jiwa

Gebuki Suami Stroke Pakai Tongkat, Ternyata Istrinya Idap Gangguan Jiwa

News | Selasa, 17 Desember 2019 | 15:55 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB