Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama Digigit Ular Kobra

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 25 Desember 2019 | 10:15 WIB
Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama Digigit Ular Kobra
Salah Satu Koleksi Ular di Museum Komodo dan Taman Reptilia TMII. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Beberapa minggu ke belakang, masyarakat resah karena banyaknya kasus ditemukan ular kobra di perumahan penduduk. Hal ini dikarenakan sepanjang November hingga Desember merupakan waktu para ular ini untuk bertelur. Dan di saat bertelur inilah biasanya ular berpencar, salah satunya bisa memasuki rumah warga.

Hal yang ditakuti saat berhadapan dengan ular adalah digigit, apalagi jika ular tersebut berbisa atau memiliki racun seperti kebanyakan ular kobra. Lalu bagaimana, pertolongan pertama saat kita digigit ular?

Erik Hendrayana, Kasi Koleksi dan Perawatan Satwa, Museum Komodo dan Taman Reptilia TMII. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Erik Hendrayana, Kasi Koleksi dan Perawatan Satwa, Museum Komodo dan Taman Reptilia TMII. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Pertama, jangan panik, memang agak susah karena kaget. Jangan panik penting, karena saat panik detak jantung semakin cepat," ujar Erik Hendrayana selaku Kasi Koleksi dan Perawatan Satwa, Museum Komodo dan Taman Reptilia TMII, kepada Suara.com saat ditemui di TMII, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).

Langkah Pertama: Jangan Panik!

Ketika detak jantung meningkat saat panik, hal ini akan merangsang kerja otot, yang artinya bisa ular yang masuk ke tubuh akan cepat beredar, mengingat peredaran bisa ular melalui kelenjar getah bening.

Selain tidak panik, hal dasar yang harus dilakukan menurut Erik, sesuai dengan guideline atau panduan yang diberikan World Health Organization (WHO) 2016, dengan cara imobilisasi, yakni luka gigitan dibuat tidak bergerak selama waktu minimal obeservasi 1 x 48 jam.

Tujuan dari tidak bergerak ini adalah untuk menghindari terjadinya fase sistemik atau racun yang sudah menjalar ke seluruh tubuh. Saat sudah menjalar, satu-satunya cara adalah pemberian serum antibisa ular.

"Ketika masih fase lokal, itu masih bisa tertangani. Ketika udah sampai fase sistemik, maka harus lari rumah sakit yang menyediakan serum antibisa ular," ungkapnya.

baca juga

Imobilisasi cara penanganan dilakukan selayaknya penanganan patah tulang. Misalnya, jika area yang digigit ular adalah tangan, maka tangan itu harus diluruskan diganjal dengan kayu panjang sebelum kemudian diperban. Saat bagian yang digigit tidak bergerak, maka otot juga tidak akan bergerak.

"Karena bisa ulang menyerang melalui kelenjar getah bening otot, ketika tidak ada gerakan, maka bisa tidak akan sampai pada fase sistemik," jelas Erik.

Tapi, jika imobilisasi bisa dilakukan dengan tepat selama waktu yang ditentukan, bisa ular justru akan keluar dengan sendirinya. Tapi, untuk berjaga-jaga, maka kita perlu datang ke rumah sakit.

Kesalahan dalam pertolongan pertama

Banyak orang salah melakukan imobilisasi, hanya sekedar diikat di satu sisi, tidak secara keseluruhan, dan tidak diganjal kayu sebagai peyangga untuk menjaga area yang digigit tidak bergerak. Cara ini sama sekali tidak berguna, karena otot masih tetap bergerak, dan bisa memicu amputasi.

"Tidak ada fungsinya sama sekali, karena penularan melalui kelenjar getah bening. Jadi harusnya tidak diamputasi, bisa jadi diamputasi karena orangnya bergerak," jelasnya.

Ketika bisa ular kobra sudah menjalar ke seluruh tubuh, biasanya akan langsung menyerang saraf. Tandanya adalah pita suara tidak bisa bekerja dan kelopak mata sulit untuk terbuka. Jika sudah menunjukkan gejala itu, harus cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit.

"Ketika masuk fase sistemik, sudah menjalar, tergigit ular keluarga jenis kobra, itu jenis neurotoksin, biasanya pita suara agak susah, kelopak mata sudah mulai susah terbuka, itu artinya harus disuntik serum antisistemik," jelasnya.

Sebagai catatan, jumlah bisa ular kobra yang bisa menimbulkan efek fatal di tubuh manusia adalah sebanyak 15 miligram. Sedangkan, sekali gigit, ular kobra akan mengeluarkan 200 miligram bisa.

"Kadang juga di ular berbisa itu ada yang namanya gigitan kosong, ketika gigit kemungkinan tidak ada bisanya. Tapi tetap saja harus ke rumah sakit, atau pertolongan pertama dulu, baru ke rumah sakit," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Natal, Yuk Nonton Drama Teror Ular Kobra di Museum Reptil TMII!

Libur Natal, Yuk Nonton Drama Teror Ular Kobra di Museum Reptil TMII!

Lifestyle | Rabu, 25 Desember 2019 | 05:05 WIB

Asyik! Museum Reptil TMII Gelar Drama 'Teror Ular Kobra'

Asyik! Museum Reptil TMII Gelar Drama 'Teror Ular Kobra'

Video | Rabu, 25 Desember 2019 | 08:00 WIB

Tips Sukarelawan Cegah Ular Masuk Rumah, Waspadai Tumpukan Barang!

Tips Sukarelawan Cegah Ular Masuk Rumah, Waspadai Tumpukan Barang!

Jawa Tengah | Minggu, 22 Desember 2019 | 16:29 WIB

Terkini

Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong

Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Persib Amankan Tiga Poin Lewat Penalti Peralta, Cong Viettel Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Persib Amankan Tiga Poin Lewat Penalti Peralta, Cong Viettel Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib

Hendak Pergi Kuliah, Perempuan di Medan Belawan Dibegal, Motor dan HP Raib

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:14 WIB

BBM Langka di Bali, Antrean Mengular hingga Warga Terpaksa Dorong Motor

BBM Langka di Bali, Antrean Mengular hingga Warga Terpaksa Dorong Motor

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:10 WIB

UEFA Siapkan 11 Poin Reformasi untuk Pangkas Kekuasaan Presiden FIFA, Infantino di Ujung Tanduk

UEFA Siapkan 11 Poin Reformasi untuk Pangkas Kekuasaan Presiden FIFA, Infantino di Ujung Tanduk

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Lewat Zoom, Darmawan Prasodjo Dicopot Jadi Dirut PLN

Lewat Zoom, Darmawan Prasodjo Dicopot Jadi Dirut PLN

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Rekor PNBP Imigrasi Tembus Target: Berkah atau Beban Pengawasan?

Rekor PNBP Imigrasi Tembus Target: Berkah atau Beban Pengawasan?

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Kenapa HP Cepat Panas saat Pakai Data Seluler? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa HP Cepat Panas saat Pakai Data Seluler? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Brimob Terjunkan 50 Personel Tangani Ledakan Pasar Cimanggis, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Brimob Terjunkan 50 Personel Tangani Ledakan Pasar Cimanggis, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:58 WIB

Gairah Sepak Bola Indonesia Bikin Bulu Kuduk Ole Romeny Berdiri: Eropa Kalah Jauh

Gairah Sepak Bola Indonesia Bikin Bulu Kuduk Ole Romeny Berdiri: Eropa Kalah Jauh

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:57 WIB

×