Benarkah Mutih jadi Cara Orang Zaman Dulu Cegah Diabetes?

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 07 Januari 2020 | 21:02 WIB
Benarkah Mutih jadi Cara Orang Zaman Dulu Cegah Diabetes?
Ilustrasi makan nasi. (Shutterstock)

Suara.com - Benarkah Mutih jadi Cara Orang Zaman Dulu Cegah Diabetes?

Pernah dengar istilah mutih? Istilah ini sangat akrab bagi masyarakat Jawa, khsusnya orang tua zaman dulu. Mutih adalah sebuah tradisi berpuasa dengan metode hanya mengkonsumsi nasi putih dan air putih saja dalam waktu tertentu.

Biasanya puasa ini dikenal di lingkungan penganut kejawen dan praktisi supranatural dengan tujuan dan kepentingan tertentu seperti mendapatkan ilmu gaib, keberhasilan hajat dan lain-lain. Namun, adakah manfaatnya bagi kesehatan?

Seperti diketahui, nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Bahkan nasi bisa dikonsumsi hingga tiga kali sehari. Nasi biasanya dimakan bersama lauk pauk yang mengandung protein nabati atau hewani. Tetapi sayangnya, menurut penjelasan Dr. Febrianti. M.Si., komposisi karbohitrat dan protein bila dikonsumsi melebihi kadarnya dapat mengakibatkan resitensi insulin yang memicu diabetes.

"Nasi pada dasarnya sudah memicu produksi insulin yang cukup tinggi. Ketika nasi dimakan bersama protein, maka kombinasi keduanya (potein dan karbohitrat yang ada dalam nasi) dapat menimbulkan efek demand insulin yang lebih tinggi lagi daripada sekadar makan nasi," terang Dr. Febriati kepada Suara.com usai sidang desetari doktor di Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Maka ia pun sedikit mengkorelasikan dengan metode mutih yang dilakukan orang tua zaman dulu. Bahwa mungkin saja dulu mutih dilakukan untuk mencegah diabetes oleh orang tua zaman dulu yang memang selalu bergantung dengan nasi sebagai makanan sehari-hari.

"Saya jadi beasumsi jangan-jangan orang tua zaman dulu mutih dengan hanya makan nasi untuk menghindari resistensi insulin yang memicu diabetes. Sempat saya berpikir begitu. Tapi memang belum ada penelitian terkait itu," sambungnya.

Berdasarkan the International Diabetes Foundation (IDF), Indonesia menempati urutan ke 5 dengan jumlah pasien diabetes mellitus (DM) terbesar di dunia, yaitu 12 juta pada tahun 2017. Prevalensi DM di Indonesia pada tahun 2015 adalah 8.8% dan diperkirakan menjadi 10.4 persen pada tahun 2040.
Prevalensinya terus meningkat sebesar 2.36% setiap tahun, sedangkan tingkat kenaikan tahunan di dunia hanya 1.72 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Berita Kesehatan Menarik: Penyebab Susah Hamil, Nasi Putih Bikin Gemuk?

5 Berita Kesehatan Menarik: Penyebab Susah Hamil, Nasi Putih Bikin Gemuk?

Health | Rabu, 13 November 2019 | 19:03 WIB

Alergi Nasi, Pria ini Tidak Pernah Makan Nasi Putih Sejak Usia 9 Bulan

Alergi Nasi, Pria ini Tidak Pernah Makan Nasi Putih Sejak Usia 9 Bulan

Health | Rabu, 16 Oktober 2019 | 00:00 WIB

Yuk Pakai Tumbler Minum Bahan Stainless Steel untuk Kurangi Sampah Plastik

Yuk Pakai Tumbler Minum Bahan Stainless Steel untuk Kurangi Sampah Plastik

Press Release | Minggu, 14 Juli 2019 | 11:40 WIB

Terkini

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:09 WIB

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

×