Virus Corona Wuhan: Ancaman dari Pasar Ikan yang Bahayakan Kesehatan Dunia?

M. Reza Sulaiman, Tim Liputan Khusus

Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:05 WIB
Virus Corona Wuhan: Ancaman dari Pasar Ikan yang Bahayakan Kesehatan Dunia?
Ilustrasi wabah virus corona wuhan (coronavirus). (Shutterstock)

Meski begitu, pakar penyakit tropik dan infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Erni J. Nelwan, Sp.PD-KPTI, FACP, FINASIM, Ph.D, menyebut keganasan 2019-nCoV lebih rendah daripada saudaranya, SARS dan MERS.

Dilihat dari fatalitas atau angka kematiannya, virus corona wuhan ini belum masuk kategori yang mematikan karena dari 830 orang yang terinfeksi, angka kematiannya 25 orang. Bisa dibilang mematikan jika contoh angka perbandingannya seperti 77 orang meninggal dari 100 orang yang terjangkit.

"Tidak (mematikan), apalagi ini bukan human corona sebenernya, kalau human corona rata-rata lebih agresif, lebih cepat meninggalnya, kalau ini nggak sebenernya," ujar Dr. Erni di Sekretariat PB IDI, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Sayangnya meski dikategorikan tidak mematikan, hingga saat ini belum ada obat maupun vaksin yang bisa mencegah infeksi 2019-nCoV. Meski menyebabkan penyakit dengan gejala pneumonia, penhyakit ini tidak bisa dicegah dengan vaksin pneumonia biasa.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono, M.Kes, mengatakan pneumonia yang umumnya terjadi di Indonesia disebabkan oleh bakteri Streptococcus, Staphylococcus, Legionella, dan lain-lain. Sehingga, penanganan dan pencegahannya pun berbeda dan tak bisa disamakan.

Coronavirus, penyebab MERS (shutterstock)
ilustrasi coronavirus (shutterstock)

"Saya ditanyakan juga apakah vaksin pneumonia yang ada bisa digunakan untuk mencegah nCoV ketika ingin ke China. Jawabannya ya tidak bisa karena penyebabnya saja tidak sama," tutur dr Anung dalam temu media di Kemenkes, Senin (20/1/2020).

Pola Penyebaran dan Pengaruh Libur Imlek

Ada alasan khusus mengapa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan virus corona wuhan ini sebagai ancaman kesehatan global. Dengan adanya libur Imlek atau Tahun Baru China, maka risiko penularan virus corona tidak hanya mengancam 1,4 miliar penduduk China, namun juga negara-negara lain di dunia.

Berdasarkan data WHO, setidaknya ada 7 negara selain China yang melaporkan adanya kasus virus corona positif, di antaranya adalah Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Amerika Serikat.

Infografis menunjukkan persebaran virus corona sudah dideteksi di 8 negara dunia, dengan jumlah korban hampir 600 orang. (Dok. Infografis Suara.com)
Infografis menunjukkan persebaran virus corona sudah dideteksi di 8 negara dunia, dengan jumlah korban hampir 600 orang. (Dok. Infografis Suara.com)

Seluruh kasus positif memiliki riwayat bepergian dari China, warga negara China yang sedang berlibur, atau melakukan kontak dengan pasar ikan di Wuhan.

Untuk mencegah penularan meluas, pemerintah China bahkan menutup akses transportasi di kota Wuhan dan Provinsi Hubei.

Bahkan, semua kegiatan masyarakat di China, termasuk perayaan Hari Raya Imlek dan Jumatan, ditiadakan untuk menghindari meluasnya wabah 2019-nCoV. Semua kegiatan masyarakat terkait perayaan Tahun Baru Imlek di tempat-tempat terbuka ditiadakan agar penularan virus corona wuhan mematikan itu tidak makin meluas.

Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah China tersebut berlaku efektif per 24 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat.

Ingin tahu respons pemerintah Indonesia tentang virus corona wuhan, simak di halaman selanjutnya ya!

Respons dan Kesiapan Pemerintah Indonesia

Merebaknya wabah 2019-nCoV tentu saja membuat pemerintah Indonesia waspada. Dalam satu kesempatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku Indonesia sudah siap menghalau masuknya penyakit ini ke Indonesia.

Namun kabar penularan virus corona wuhan yang sudah mencapai Singapura tak pelak sempat membuat panik. Bahkan pada Kamis (23/1/2020) muncul isu yang menyebut karyawan PT Huawei Indonesia dilarikan ke rumah sakit karena virus corona.

Kabar tersebut membuat lokasi kantor PT Huawei di Gedung BRI II, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, mengalami isolasi sementara.

Ketika dikonfirmasi terkait kabar ini, Menkes Terawan menepis dengan tegasnya. Menurutnya hingga berita ini dibuat, belum ada kasus positif virus corona wuhan di Indonesia. Ia bahkan mendatangi kantor PT Huawei di Gedung BRI II untuk membuktikan hal tersebut.

"Jangan bikin pernyataan kalau bukan kapasitasnya, kami dari Kementerian Kesehatan, kita cek. Makanya tunggu Menteri Kesehatan yang akan berikan pernyataan setelah mengecek semua dengan detail, tidak boleh membuat pernyataan apapun. Masa orang dilihat doang sudah bisa pastikan (sakit karena virus Corona). Aku selama jadi dokter tidak pernah begitu," tegasnya.

Pada Jumat (24/1) pagi, Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso mengonfirmasi adanya satu pasien yang dicurigai atau suspect virus corona wuhan.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona wuhan yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

"Ada satu orang pasien dengan suspect tetapi kondisi saat ini masih stabil dan tidak ada perburukan. belum dinyatakan sebagai newcorona," ujar Direktur Medik dan Perawatan RSPI Sulianti Saroso, Diany Kusumawardhani kepada wartawan.

Kabar serupa juga diterima dari RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Diketahui ada pasien dari Meksiko dan China yang mengalami demam dan batuk, dan dicurigai mengidap corona virus baru.

"Hasilnya sudah datang dari Jakarta dan hasilnya negatif untuk yang dari Meksiko ini, rencananya akan dipulangkan oleh dokternya yang merawat dan diperbolehkan rawat jalan, sedangkan dua lainnya masih menunggu hasil laboratorium," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr dr I Ketut Sudartana dihubungi di Denpasar, Jumat (24/1/2020), dilansir Antara.

Gejala dan Pencegahan Virus Corona Wuhan

Virus corona sebagai salah satu virus mematikan memiliki gejala infeksi yang mirip seperti pneumonia. Gejalanya mulai dari masalah pernapasan, kesulitan bernapas, demam, batuk, gagal ginjal, sindrom pernapasan akut dan kematian.

Virus ini sangat rentan menyerang orang lanjut usia dan anak muda yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona wuhan (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)

Dalam kasus penularan dari manusia ke manusia, virus corona ini bisa menyebar melalui batuk, bersin, kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi, menyentuh permukaan tubuh penderita (mulut, hidung atau mata), dan kontaminasi tinja.

Dokter Erlina Burhan SpP(K) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan, cara termudah mencegah infeksi virus corona adalah dengan melakukan gaya hidup bersih dan sehat. Hal ini termasuk mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut saat bersin dan batuk, dan menjauhi kontak dengan hewan yang disinyalir bisa memicu infeksi.

"Pneumonia itu kan penyakit infeksi, bisa karena virus, jamur atau bakteri. Nah yang di Wuhan ini kan coronavirus jenis baru. Sementara untuk mencegah infeksi itu, sistem imun itu harus ditingkatkan, asupan nutrisi seimbang, istirahat cukup," jelas dr Erlina dalam temu media di Rumah PDPI, Jalan Cipinang Bunder, Jakarta Timur, Jumat (17/1/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes China untuk Indonesia: Kami Bisa Sanggup Tangani Virus Corona

Dubes China untuk Indonesia: Kami Bisa Sanggup Tangani Virus Corona

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 22:06 WIB

Hindari Virus Corona, Wisata di China Ditutup dan Perayaan Imlek Ditiadakan

Hindari Virus Corona, Wisata di China Ditutup dan Perayaan Imlek Ditiadakan

Lifestyle | Jum'at, 24 Januari 2020 | 20:51 WIB

Pasien Suspect di Bali, Segala Hal Tentang Virus Corona dari China

Pasien Suspect di Bali, Segala Hal Tentang Virus Corona dari China

Health | Jum'at, 24 Januari 2020 | 21:10 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB