Bahaya Virus Corona, Dokter Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Singapura

M. Reza Sulaiman
Bahaya Virus Corona, Dokter Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Singapura
Singapura tengah dilanda wabah virus Corona. [Shutterstock]

Data terbaru pertanggal 10 Februari 2019 menunjukkan sudah 43 orang terinfeksi penyakit virus Corona Wuhan di Singapura.

Suara.com - Bahaya Virus Corona, Dokter Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Singapura

Kasus infeksi virus Corona baru dari Wuhan alias novel Coronavirus (2019-nCoV) di Singapura semakin mengkhawatirkan. Data terbaru pertanggal 10 Februari 2019 menunjukkan sudah 43 orang terinfeksi penyakit ini di Singapura.

Hal ini tentunya berpengaruh terhadap risiko penularan ke Indonesia. Bahkan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah memberikan imbauan bagi WNI di Singapura untuk berhati-hati.

Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH. Dikatakannya, masih ada WNI yang pergi ke Singapura untuk berobat bisa berbahaya bagi diri mereka sendiri.

"Apalagi buat WNI yang mempunyai penyakit kronis tentu lebih berisiko untuk tertular infeksi koronavirus," tulisnya dalam siaran pers, Senin (10/2/2020).

Prof Ari mengutip laporan ilmiah terakhir yang dipublikasi oleh jurnal JAMA pertanggal 7 Februari 2020. Dari 138 pasien yang dirawat di RS Zhongnan dari Wuhan University di Wuhan ternyata, 46,4 [ersen pasien yang dirawat mempunyai penyakit penyerta mulai dari hipertensi, penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes mellitus, gagal ginjal hingga HIV.

"Sehingga masyarakat Indonesia yang akan berkunjung ke Singapura harus berpikir kembali saat ini. Selain ini laporan dari JAMA juga menyebutkan bahwa dari 138 pasien tersebut pada 57 pasien tertular di RS, 40 pasien petugas kesehatan dan 17 pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tertular oleh infeksi," urainya lagi.

Kemarin, pemerintah Singapura melalui Perdana Menteri Lee Hsien Loong secara langsung menyampaikan pernyataannya tentang status kewaspadaan infeksi virus korona yang meningkat dari kuning menjadi orange. Status ini di bawah status merah yang paling berbahaya.

Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pengecekan suhu tubuh seorang warga saat sosialisasi mengenai Virus Corona di Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pengecekan suhu tubuh seorang warga saat sosialisasi mengenai Virus Corona di Tower Apartemen Mediterania Garden Residences 2, Jakarta Barat, Kamis (6/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Tiga kasus baru di Singapura tidak ada riwayat perjalanan ke China. Memang hasil evaluasi dari 43 kasus di Singapura, 51 persen berasal dari transmisi lokal. 6 Orang yang positif dalam kondisi kritis, sementara 6 orang lain boleh pulang dari RS karena dinyatakan sehat. Kasus yang tertular ada yang penjaja toko, guru, tour guide, supir taxi dan sekelompok orang yang tertular dari suatu konferensi di Hotel Grand Hyatt Singapura," ungkapnya lagi.

Kondisi penyebaran virus korona yang memburuk ini juga diperkuat bahwa ada kasus-kasus baru yang terjadi di luar negeri diduga berkaitan dengan kasus di Singapura. Pemerintah Prancis memang baru-baru ini menetapkan 5 warga negara Inggris positif virus Corona, setelah sebelumnya berlibur di Singapura.

"Rumah sakit telah menjadi tempat penularan virus dari laporan ilmiah. Perkembangan terakhir ini harus terus dicermati mengingat tingkat mobilisasi orang Indonesia dengan berbagai kepentingan cukup tinggi ke Singapura," tutupnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS