Donald Trump Sebut Virus Corona Lemah saat Cuaca Hangat, Pakar Menyanggah

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 10 Februari 2020 | 11:58 WIB
Donald Trump Sebut Virus Corona Lemah saat Cuaca Hangat, Pakar Menyanggah
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Wuhan, China. (Shutterstock)

Suara.com - Donald Trump mencuit isi percakapannya dengan Presiden China Xi Jinping tentang virus corona Wuhan yang satat ini tengah mewabah di negaranya pada Jumat (7/2/2020) kemarin.

Sang Presiden Amerika tersebut memuji Xi sebagai sosok yang kuat, tajam dan sangat fokus dalam menangani kasus yang tengah menjadi perhatian dunia tersebut. Tak hanya itu, Trump juga menyatakan Xi akan berhasil menghentikan wabah ini.

Dari semua yang ditulisnya, ada satu kalimat yang menarik perhatian para peneliti, yaitu ketika ia menyebutkan hubungan cuaca dengan virus.

"Dia (Xi) akan berhasil, terutama ketika cuaca mulai menghangat dan harapannya virus akan menjadi lebih lemah, dan kemudian hilang," tulis Trump.

Peneliti pun merespon hal ini melalui CNN bahwa masih terlalu dini untuk mengatakannya dan tidak ada orang yang cukup tahu tentang virus corona ini untuk membuat penilaian tentang perilaku virus.

Cuitan Donald Trump tentang virus corona (Twitter/Donald J Trump)
Cuitan Donald Trump tentang virus corona (Twitter/Donald J Trump)

"Itu adalah hal yang ceroboh untuk menganggap bahwa segala sesuatunya akan tenang di musim semi dan musim panas," kata Dr. Peter Hotez, dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College of Medicine di Texas.

Hotez juga mengungkapkan bahwa dirinya dan pakar benar-benar tidak memahami dasar dari musim, serta virus baru corona itu sendiri.

"Harapannya (Trump) adalah harapan kami. Tapi kita tidak memiliki pengetahuan bahwa cuaca akan berhasil melakukannya (menghentikan wabah)," ujar Dr. William Schaffner, seorang spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center.

Hal ini juga dikatakan oleh penasihat lama Pusat Pengendalian dan Pengobatan Penyakit (CDC) US.

"Ini adalah virus pernapasan, dan kami tahu virus pernapasan sangat musiman, tetapi tidak secara eksklusif. Orang akan berharap musim semi secara bertahap akan membantu virus ini berkurang. Kami tidak yakin akan hal itu," tambah Schaffner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Virus Corona Makin Mengkhawatirkan, WHO Kirim Tim Khusus ke China

Korban Virus Corona Makin Mengkhawatirkan, WHO Kirim Tim Khusus ke China

News | Senin, 10 Februari 2020 | 11:31 WIB

Cuma di Hubei, Virus Corona Bunuh 871 Orang

Cuma di Hubei, Virus Corona Bunuh 871 Orang

News | Senin, 10 Februari 2020 | 10:13 WIB

Update Virus Corona: Pasien Meninggal Sentuh Angka 910 Jiwa

Update Virus Corona: Pasien Meninggal Sentuh Angka 910 Jiwa

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 10:05 WIB

Korban Tewas Virus Corona Tembus 908 Orang, 40.171 Terinfeksi

Korban Tewas Virus Corona Tembus 908 Orang, 40.171 Terinfeksi

News | Senin, 10 Februari 2020 | 10:02 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB