WNI dari China di Natuna, saat Pulang Bakal Dipantau 14 Hari di Rumahnya

Silfa Humairah Utami, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 11 Februari 2020 | 15:33 WIB
WNI dari China di Natuna, saat Pulang Bakal Dipantau 14 Hari di Rumahnya
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - WNI dari China di Natuna, saat Pulang Bakal Dipantau 14 Hari di Rumahnya

Genap 10 hari sudah para WNI yang dievakuasi dari China tiba di tanah air dan diobservasi di Pangkalan Udara Militer Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau.

Tersisa 4 hari dari total hari waktu inkubasi, itu artinya jika 238 WNI ini tidak juga mengalami gejala pneumonia seperti batuk, bersin, dan sesak napas maka mereka akan segera dipulangkan di rumahnya masing-masing.

Lalu, bagaimana nantinya mereka dipulangkan? Apakah pemerintah sudah menyiapkan rencana?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengatakan nantinya setelah ratusan WNI pulang mereka harus dilakukan pemantauan di wilayah rumahnya. Dan pemantauan itu juga tetap dilakukan selama masa inkubasi 14 hari.

"Tapi masih ada protokol berikutnya pemantauan status kesehatan wilayahnya di wilayah lama, sama satu kali masa inkubasi lagi," ujar Anung di Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Tapi yang jadi masalah kata Anung, kemenkes belum mendapat informasi bagaimana cara perhitungan 14 hari ini, sebelum mereka dipulangkan. Apakah dihitung sejak mereka tiba di Natuna atau hari dimana mereka di evakuasi di China, tapi dalam pemantauan Kemenkes.

"Sedang diperhitungkan kita sedang komunikasikan 14 harinya itu pada saat mereka berangkat dari Wuhan atau pada saat mereka tiba di Natuna atau Batam supaya tidak diributkan," ungkapnya.

Di sisi lain, kata Anung pendapat Ahli China yang fokus pada virus corona menyebut inkubasi yang sebenarnya adalah 28 hari. Nah, inilah yang masih belum ketemu satu suara oleh pemerintah Indonesia. Apalagi WHO juga belum mengeluarkan soal 28 hari ini. Sedangkan sebelumnya masa inkubasi WHO hanya sebanyak 14 hari.

"Ahli China merilis bahwa inkubasinya 28 hari, nanti kalau ditambah-tambah gitu jadi pening kan kita, kalau memang belum ada keputusan WHO ya sudah jadi kita mengacunya kepada yang di WHO," jelasnya.

baca juga

Nah, untuk membuat kesepakatan Anung menyebut Kemenkes sedang merapatkan keputusan dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan siang tadi.

"Jadi nanti sekitar jam setengah bersama KemenkoPMK membahas itu. Senarionya belum tahu seperti apa tapi kita bergerak semua, baik dalam tatanan kesehatan observasi sudah selesai, ya pulang," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Bisa Bertahan di Gagang Pintu dalam 9 Hari, Ini Kata Ahli!

Virus Corona Bisa Bertahan di Gagang Pintu dalam 9 Hari, Ini Kata Ahli!

Health | Selasa, 11 Februari 2020 | 14:56 WIB

Dikepung Virus Corona, Warga China Tetap Asyik Main Mahjong

Dikepung Virus Corona, Warga China Tetap Asyik Main Mahjong

News | Senin, 10 Februari 2020 | 20:32 WIB

Tak Terdeteksi dari Malaysia, Wanita di Karimun Diisolasi karena Demam

Tak Terdeteksi dari Malaysia, Wanita di Karimun Diisolasi karena Demam

News | Senin, 10 Februari 2020 | 15:04 WIB

Terkini

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:11 WIB

2 Pilihan Setrika Hijab, dari Model Listrik hingga Uap ulai Rp160 Ribuan

2 Pilihan Setrika Hijab, dari Model Listrik hingga Uap ulai Rp160 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 16:05 WIB

Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?

Tutorial Bersihkan Lem Talang Air, Alkohol Boleh Dipakai?

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 16:04 WIB

Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Kamera Terbaik 200 MP, Dilengkapi OIS dan RAM Jumbo

Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Kamera Terbaik 200 MP, Dilengkapi OIS dan RAM Jumbo

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 16:03 WIB

×