Dikepung Virus Corona, Warga China Tetap Asyik Main Mahjong

Dany Garjito | Rifan Aditya
Dikepung Virus Corona, Warga China Tetap Asyik Main Mahjong
Ilustrasi permainan mahjong (Pixabay/iirliinnaa)

"Tapi kita sudah menyuruh mereka berhenti. Beberapa warga mendengarkan dan yang lain tidak," kata pejabat setempat.

Suara.com - Virus corona telah menyebar ke 25 negara, terdapat lebih dari 40 ribu kasus di China. Namun ancaman ini tidak menyurutkan orang-orang di negeri Tirai Bambu itu untuk berhenti main mahjong.

Padahal, pemerintah setempat telah mengunci beberapa daerah. Warga di sana juga tidak dianjurkan keluar rumah dan mengadakan pertemuan untuk memperkecil peluang terjangkit virus corona.

Aturan wajib pakai masker setiap saat di ruang publik juga berlaku di beberapa kota. Tapi para pecandu mahjong menolak dan melanggar aturan-aturan tersebut.

Dilaporkan South China Morning Post, Minggu (9/2/2020), polisi di tiga provinsi harus melakukan razia dan menyita alat mahjong dari warga selama dua minggu terakhir.

Komisi Kesehatan menyebutkan terdapat kasus penyebaran virus corona di Quzhou, provinsi Zhejiang terkait dengan permainan mahjong, Kamis lalu.

Akibatnya, para petugas dari daerah Jiuhua menyita lebih dari 600 bidak mahjong.

"Di daerah pedesaan, bermain mahjong selama Tahun Baru Imlek," kata pejabat daerah Zheng Shihua, melalui platform online Pear Video.

"Tapi kita sudah menyuruh mereka berhenti. Beberapa warga mendengarkan dan yang lain tidak. Selalu ada beberapa rumah tangga yang bersembunyi dari kami," imbuhnya.

Papan mahjong akan dikembalikan kepada warga setelah wabah virus corona berakhir, katanya.

Di tempat lain, polisi di Maanshan, provinsi Anhui, tetangga Zhejiang, sengaja merusak meja mahjong dan menyita bidak-bidaknya. Aksi polisi di Maanshan ini terlihat dalam video yang diunggah ke media sosial.

Polisi menghancurkan 16 meja mahjong setelah memeriksa sekitar 40 rumah ketika razia pada 28 Januari, Maanshan Daily melaporkan.

Penularan virus corona 

Zeng Qun, wakil kepala Biro Urusan Sipil Shanghai pada konferensi pers di Shanghai pada Sabtu (8/2/2020) menyebut bahwa virus corona dapat menular melalui aerosol atau udara.

Apa perbedaan penularan melalui tetesan dan udara?

Penularan melalui tetesan atau droplet, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) US, virus corona khusus ini dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, seperti halnya penyebaran influenza dan penyakit pernapasan lainnya. Eksposur maksimum dalam 3 hingga 6 kaki.

Tetesan ini dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhidup ke dalam paru-paru," lapor CDC.

Ilustrasi virus corona (coronavirus) Wuhan, China. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Wuhan, China. (Shutterstock)

Sedangkan aerosol, pada dasarnya adalah partikel kecil tempat tetesannya menguap dan dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama, menurut Mount Sinai Hospital’s e-portal.

Tidak hanya tahan dengan udara kering, patogen ini juga dapat melakukan perjalanan lebih jauh dari tetesan yang lebih besar.

Jadi, virus corona baru dapat ditransmisikan ketika orang menghirup udara yang telah tercampur patogen ini.

Zeng pun menyarankan warga China untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti membatalkan semua kegiatan sosial dan pertemuan, membuka jendela rumah untuk menjaga silkulasi di dalam ruangan, serta mendisinfeksi rumah.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS