Alasan Pulau Sebaru Jadi Tempat Karantina WNI dari Kapal World Dream

M. Reza Sulaiman | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Senin, 24 Februari 2020 | 19:11 WIB
Alasan Pulau Sebaru Jadi Tempat Karantina WNI dari Kapal World Dream
Menkes Terawan. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Alasan Pulau Sebaru Jadi Tempat Karantina WNI dari Kapal World Dream

Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi 188 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal World Dream. Para WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) itu akan dikarantina dan diobservasi selama 14 hari di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pihaknya telah memantau Pulau Sebaru sebelum dipilih menjadi lokasi observasi. Dia menyebut fasilitas di pulau tersebut seperti sumber air hingga bangunan sudah memadai.

"Ya jadi Pulau Sebaru ini pulau yang kosong. Saya sudah lihat bersama Pak Menko hari Minggu pagi. Saya ke sana saya mengecek kondisinya ini Pulau kosong tetapi perlengkapannya luar biasa termasuk mata air, sumber air, ini semua bagus dan gedungnya terpisah-pisah," kata Terawan di Kantor Kemenko PMK, Senin (24/2/2020).

Terawan menyebut, Pulau Sebaru juga dikelilingi oleh pulau lain yang serupa. Artinya, pulau yang mengelilingi lokasi observasi tak berpenghuni alias kosong.

Bahkan, akses menuju ke pulau tersebut terbilang berat. Sebab, banyak kapal tidak bisa bersandar ke sana lantaran ombaknya cukup besar.

"Kebetulan dikelilingi oleh pulau-pulau kosong yang lain. Untuk sampai ke situ pun kapal kadang-kadang tidak sembarangan bisa merapat karena ombak besar. Mungkin pakai kapal khusus kayak over Craft Open Landing Ship Tank maupun model itu baru bisa," sambungnya.

Selain itu, pemerintah telah melakukan sosialisasi terhadap penduduk yang berada di sekitar Pulau Sebaru. Terlebih, 188 WNI tersebut kekinian sudah mendapat sertifikat sehat sehingga tidak di khawatirkan menularkan Virus Corona.

"Iya sudah (sosialisasi). Dilakukan oleh bapak bupati Bupati Kepulauan Seribu. Sama saja yang terjadi di Natuna juga enjoy dan kebetulan dia (188 WNI) juga sudah dapat sertifikat sehat," tutup Terawan.

 Kapal pesiar World Dream berlayar usai serah terima awak asal Indonesia dengan kapal TNI-AL (Foto HO World Dream)
Kapal pesiar World Dream berlayar usai serah terima awak asal Indonesia dengan kapal TNI-AL (Foto HO World Dream)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, 188 WNI yang merupakan anak buah kapal (ABK) tersebut akan di observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Mereka akan berada di lokasi tersebut selama 14 hari.

Dalam hal ini, pemerintah akan menjemput 188 WNI tersebut pada 26 Februari 2020. Sehingga, mereka akan dipastikan tiba di Pulau Sebaru pada 28 Februari 2020 sekitar pukul 09.00 WIB.

Diketahui, kapal tersebut kekinian berada di Selat Johor. Nantinya, Kapal Perang RI (KRI) Soeharso akan menjemput mereka di Selat Durian untuk kemudian dibawa ke Pulau Sebaru.

"Estimasi pemindahan 188 anak buah kapal dari kapal ke kapal akan lakukan pada tanggal 26 Februari pukul 10.00 WIB di Selat Durian dan akan tiba di Pulau Sebaru pada 28 Februari sekitar jam 09.00 WIB," ujar Muhadjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Nasib WNI di World Dream, Menkes: Diamond Princess Ada Hal-hal Khusus

Beda Nasib WNI di World Dream, Menkes: Diamond Princess Ada Hal-hal Khusus

News | Senin, 24 Februari 2020 | 19:00 WIB

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi 14 Hari di Pulau Sebaru

Ratusan WNI ABK Kapal World Dream Diobservasi 14 Hari di Pulau Sebaru

Video | Senin, 24 Februari 2020 | 18:05 WIB

188 WNI ABK World Dream Bakal Dikarantina di Bekas Rehabilitasi Narkoba

188 WNI ABK World Dream Bakal Dikarantina di Bekas Rehabilitasi Narkoba

News | Senin, 24 Februari 2020 | 17:52 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB