Pulangkan WNI di Kapal World Dream Lebih Dulu, Pemerintah: Risikonya Kecil

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Senin, 24 Februari 2020 | 14:20 WIB
Pulangkan WNI di Kapal World Dream Lebih Dulu, Pemerintah: Risikonya Kecil
Kapal pesiar World Dream berlayar usai serah terima awak asal Indonesia dengan kapal TNI-AL (Foto HO World Dream)

Suara.com - Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal Pesiar World Dream. Sebanyak 188 WNI yang berada di sana merupakan anak buah kapal (ABK).

Setelah proses evakuasi di Kapal Pesiar World Dream rampung, Pemerintah baru akan mengevakuasi 74 WNI yang berada di Kapal Diamond Princess yang berada di perairan Yokohama, Jepang. Pasalnya, pemerintah masih bernegosiasi dengan pemerintah Jepang terkait pemulangan tersebut.

"Jadi gini, kita satu persatu lah, kita baru konsentrasi semua untuk yang World Dream karena itu yang sudah paling dekat dengan kita, kita atur supaya dapat karantina yang baik, dan ini risikonya paling kecil," kata Meteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/2/2020).

Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto itu menuturkan, pemerintah masih mempertimbangkan risiko lainnya. Hal itu dilakukan agar masyarakat Indonesia tidak terjangkit Virus Corona Covid-19.

"Selalu kita ambil yang risikonya paling kecil. Dengan risiko paling kecil mudah-mudahan semuanya bisa melalui masa karantina dengan baik, dengan sehat," kata dia.

Untuk evakuasi ratusan WNI di Kapal World Dream, pemerintah menggunakan kapal. Hal itu dilakukan agar virus mematikan itu tidak langsung mengenai dararan terlebih dahulu.

"Makanya kita gunakan kapal, supaya gak menimbulkan, kalau ada sesuatu yang baru, tidak mengenai yang darat dulu. Ini pertimbangan medis harus sangat dipertimbangkan dengan baik, tidak boleh emosional, harus satu demi satu demi keselamatan bangsa dan negara karena kita masih dalam zona green zone," kata Terawan.

Diketahui, pemerintah Indonesia terus berupaya mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal Pesiar World Dream. Tercatat, sebanyak 188 WNI yang berada di kapal tersebut.

Pemerintah telah menerjunkan Kapal Perang RI (KRI) Soeharso. Nantinya, para WNI itu akan dipindahkan ke kapal dan di observasi sesuai dengan prosedur.

baca juga

Selain itu, pemerintah sudah menyiapkan tempat untuk observasi bagi para WNI tersebut. Lokasi tersebut adalah pulau tak berpenghuni di Pulau Sebaru 1.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

74 WNI di Kapal Diamond Princess: Pak Jokowi, Apa Kami Dibunuh Pelan-pelan?

74 WNI di Kapal Diamond Princess: Pak Jokowi, Apa Kami Dibunuh Pelan-pelan?

News | Senin, 24 Februari 2020 | 14:03 WIB

Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess

Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess

News | Senin, 24 Februari 2020 | 13:24 WIB

Imbas Virus Corona, Barcelona Jalani Tes Kesehatan Jelang Lawan Napoli

Imbas Virus Corona, Barcelona Jalani Tes Kesehatan Jelang Lawan Napoli

Bola | Senin, 24 Februari 2020 | 13:35 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×