Heboh 77 Siswa NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Apa Bahayanya?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 26 Februari 2020 | 08:51 WIB
Heboh 77 Siswa NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Apa Bahayanya?
Ilustrasi sekolah. (Unsplash/Feliphe S)

Suara.com - Kisah 77 siswa Seminari Menengah Santa Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)yang dipaksa makan kotoran manusia viral di media sosial.

Kejadian itu bermula ketika seorang siswa kelas VII membuang kotorannya sendiri dalam sebuah kantong plastik. Lalu ia menyembunyikan kotoran itu di lemari kosong di kamar tidur unit bina SMP Kelas VII.

Dua siswa kelas XII yang menemukan kotoran itu lantas mengumpulkan siswa-siwa kelas VII. Namun, tak ada siswa yang mengaku.

Kedua siswa kelas XII itu pun marah, lalu mengambil kotoran dengan sendok makan dan meminta siswa kelas VII menjilat atau menyentuhnya ke bibir.

Kejadian 77 siswa makan kotoran manusia ini tentu menyita perhatian publik. Meskipun makan kotoran manusia mungkin tidak menyebabkan keadaan darurat medis.

Ilustrasi buang air besar. [Shutterstock]
Ilustrasi buang air besar. [Shutterstock]

Tetapi menurut Illinois Poison Center yang dilansir dari Healthline, kotoran mengandung bakteri yang biasa ditemukan di usus. Adapun bakteri yang terdapat dalam kotoran atau feses manusia, seperti campylobacter, e. coli, salmonella dan shigella.

Jika seseorang makan kotoran, bakteri ini bisa menyebabkan gejala seperti keracunan makanan, termasuk mual, diare, muntah hingga demam. Jangankan memakannya, tidak mencuci tangan setelah buang air besar pun bisa terkontaminasi bakteri tersebut.

Bahkan parasit dan virus seperti hepatitis A dan hepatitis E juga bisa ditularkan melalui kotoran dan mencium tangan yang tidak dicuci.

Karena itu, makan banyak kotoran mungkin menempatkan seseorang pada risiko gejala yang lebih besar.

Apabila gejala setelah makan kotoran tidak hilang beberapa minggu, segera hubungi dokter. Tim medis akan mengambil sampel tinja untuk mengiddentifikasi keberadaan organisme seperti parasit atau bakteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah 77 Siswa di NTT Dihukum Jilat Sendok yang Ada Kotoran Manusia

Kisah 77 Siswa di NTT Dihukum Jilat Sendok yang Ada Kotoran Manusia

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 07:40 WIB

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Ini Kata Sekolah

77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia, Ini Kata Sekolah

News | Selasa, 25 Februari 2020 | 20:12 WIB

196 Orang Keracunan di Banyumas, Diduga Usai Makan Tumpeng Acara 7 Bulanan

196 Orang Keracunan di Banyumas, Diduga Usai Makan Tumpeng Acara 7 Bulanan

Jawa Tengah | Minggu, 09 Februari 2020 | 12:42 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB