Yuk, Pilih Makanan Sehat Agar Terhindar dari Penyakit Kronis

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 28 Februari 2020 | 17:08 WIB
Yuk, Pilih Makanan Sehat Agar Terhindar dari Penyakit Kronis
Ilustrasi: Memasak makanan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Yuk, Pilih Makanan Sehat Agar Terhindar dari Penyakit Kronis

Mengubah pola makan menjadi lebih sehat tentu bukan perkara yang mudah. Namun menurut nutrisionis Moch. Aldis Ruslialdi, SKM, CNWC, dari Nutrifood, menjadi smart eater bukanlah hal yang sulit bila dilakukan perlahan dan konsisten.

"Apapun yang jadi penyakit di dalam tubuh itu sebagian besar berasal dari makanan," katanya dalam Annual Media Gathering by Nutrifood di Puncak, Kamis (27/2/2020).

Salah satu yang bisa menjadi acuan adalah munculnya sindrom metabolik. Sindrom metabolik bisa diibaratkan jembatan menuju penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, ataupun stroke.

Ada lima sindrom metabolik yang bisa dialami manusia, yaitu:

1. Visceral obesity, obesitas yang berpusat hanya di perut alias buncit
2. Resistensi insulin, kondisi di mana gula darah kita semakin bermasalah
3. Tekanan darah tinggi
4. Kadar trigliserida tinggi
5. Rendahnya kadar kolesterol HDL atau kolesterol 'baik'

"Upaya perubahan paling mudah adalah perubahan pola makan. Banyak orang di sekitar kita yang makannya berubah tapi caranya salah. Orang Indonesia itu rata-rata kelebihan kalori 43 persen dalam sehari yang tidak disadari," kata Aldis.

Sebenarnya, pola makan kita sudah ditentukan sejak memilih bahan makanan. Menjadi smart eater berarti kita bisa memilih makanan yang lebih sehat daripada biasanya.

Bisa juga dengan menggunakan acuan makanan sehat 'Isi Piringku', yang mengandung komposisi dalam satu piring terdapat sepertiga karbohidrat dan sayuran, sisanya diisi buah-buahan dan lauk-pauk.

baca juga

Aldis mencontohkan, misal terbiasa makan nasi Padang, tentu tak serta merta bisa langsung berubah makan salad. Tak masalah jika masih ingin makan nasi Padang, namun bisa mengganti lauknya dengan yang selain rendang, memperbanyak sayuran daun singkong, dan mengganti porsi nasi menjadi setengah.

Tak hanya sehat, tentu dengan cara seperti ini makan menjadi hemat. Selain itu, kita juga perlu membatasi asupan gula, garam, lemak per hari untuk makanan ringan. Gula maksimal 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan gula, garam maksimal 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh garam, dan lemak (dalam contoh minyak) 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Tahu, 5 Makanan Sehat yang Aslinya Buruk untuk Tubuh

Wajib Tahu, 5 Makanan Sehat yang Aslinya Buruk untuk Tubuh

Health | Kamis, 27 Februari 2020 | 10:09 WIB

Pria yang Suka Makan Burger Punya Testis Lebih Kecil dan Pengaruhi Sperma

Pria yang Suka Makan Burger Punya Testis Lebih Kecil dan Pengaruhi Sperma

Health | Rabu, 26 Februari 2020 | 19:00 WIB

Peneliti Temukan Alasan Sulit Berhenti Makan Junk Food & Makanan Manis

Peneliti Temukan Alasan Sulit Berhenti Makan Junk Food & Makanan Manis

Health | Rabu, 26 Februari 2020 | 05:10 WIB

Terkini

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah

Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×