Ingat, Orang Sehat Tak Bisa Coba-coba Minta Dites Corona Covid-19

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2020 | 15:30 WIB
Ingat, Orang Sehat Tak Bisa Coba-coba Minta Dites Corona Covid-19
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Berita mengenai dua warga Depok yang positif menderita Covid-19 sontak membuat banyak warga Indonesia lainnya ketar-ketir.

Banyak diantara mereka bahkan secara sukarela pergi ke fasilitas kesehatan untuk meminta vaksin Covid-19 serta meminta untuk dilakukan tes apakah dirinya terjangkit virus corona Covid-19 atau tidak.

Untuk diketahui, hingga kini belum ada obat dan vaksin yang dapat menangani infeksi dari virus corona jenis terbaru tersebut.

Sementara untuk tes dan pengujian spesimen di semua kasus suspect Covid-19 di Indonesia, masih bergantung pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang terletak di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat.

Pertanyaannya sekarang, apakah seseorang tanpa gejala corona Covid-19 bisa secara sukarela meminta melakukan tes  Covid-19 atau tidak? Jawabannya adalah tidak.

Menurut Direktur RSUP Persahabatan--salah satu dari 100 rumah sakit rujukan kasus infeksi corona Covid-19 di Indonesia, Rita Ragoyah, tidak ada satu pun rumah sakit di Indonesia yang menyediakan 'fasilitas tes corona'.

Semua proses yang merujuk pada kepentingan laboratorium dan diagnosis, lanjutnya, dilakukan oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI.

Itu artinya, masyarakat tidak bisa ujug-ujug datang ke rumah sakit dan meminta dilakukan prosedur swab atau pengambilan spesimen lendir untuk kemudian diteliti.

"Jadi swab hanya akan dilakukan pada pasien dalam pengawasan jadi kami (rumah sakit) tidak melakukan swab pada orang sehat," kata Rita di Gedung Asma RSUP Persahabatan di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Informasi mengenai masyarakat tidak bisa melalukan tes corona juga terkait dengan adanya informasi mengenai simpang-siur adanyanya sertifikat bebas corona.

Dalam kesempatan yang sama, Rita selaku Dirut RSUP Persahabatan mengatakan bahwa pihaknya tidak melayani check up dan tes corona bagi orang tanpa gejala maupun mengeluarkan surat atau sertifikat bebas corona.

"Jadi yang kami lakukan pemeriksaan khusus untuk (pasien) virus corona bila ada gejala ada kontak erat atau dari negara terjangkit yang kita sebut pasien dalam pengawasan," kata Rita.

Catatan Redaksi:
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Garis Polisi di Lokasi Suspect Corona, Dirut RSPI: Jangan Berlebihan

Kritik Garis Polisi di Lokasi Suspect Corona, Dirut RSPI: Jangan Berlebihan

News | Kamis, 05 Maret 2020 | 15:08 WIB

Corona Covid-19 Lebih Banyak Diderita Lansia, Bagaimana dengan Anak-Anak?

Corona Covid-19 Lebih Banyak Diderita Lansia, Bagaimana dengan Anak-Anak?

Health | Kamis, 05 Maret 2020 | 15:07 WIB

Pakai Masker Setiap Hari Bisa Merusak Kulit, Ini Saran Dokter

Pakai Masker Setiap Hari Bisa Merusak Kulit, Ini Saran Dokter

Health | Kamis, 05 Maret 2020 | 14:38 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB