Kritik Garis Polisi di Lokasi Suspect Corona, Dirut RSPI: Jangan Berlebihan

Kamis, 05 Maret 2020 | 15:08 WIB
Kritik Garis Polisi di Lokasi Suspect Corona, Dirut RSPI: Jangan Berlebihan
Situasi terkini RSPI Saroso, Senin (2/3/2020) (Suara.com/Ade Dianti)

Suara.com - Kementerian Kesehatan hingga kekinian masih melakukan contact tracking alias pelacakan terhadap orang-orang yang masuk dalam kategori pengawasan virus corona Covid-19. Hanya, ada satu hal yang menjadi kritik, yakni garis polisi.

Dirut Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof dr Sulianti Saroso Mohammad Syahril menyatakan, penggunaan garis polisi pada tempat diduga terinfeksi virus corona dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Dia berharap agar tercipta suasana nyaman dalam proses pelacakan pengawasan atau tracking surveillance.

"Jangan juga berlebihan tracking itu ya, jangan pakai police line segala macam. Itu bikin masyarakat tidak nyaman, takut begitu ya. Kami membuat suasana enaklah ya," kata Syahril di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020).

Syahril menambahkan, dalam proses pelacakan, ada orang-orang yang memunyai kesadaran pribadi untuk memeriksakan diri.

Sementara, ada beberapa orang yang dirujuk berdasarkan pelacakan yang dilakukan Dinas Kesehatan.

"Itu tergantung dinas kesehatan ya, karena dia kan tracking surveillance ya," sambungnya.

Sebelumnya, kediaman dua warga Depok terinfeksi virus corona dipasang gari pembatas polisi.

Dengan demikian, selain petugas, tidak boleh ada orang yang mendekati rumah tersebut.

Baca Juga: Dirut RSPI Sebut 2 Pasien Positif Corona Akan Jalani Pemeriksaan Tahap Dua

Kapolsek Sukmajaya Ajun Komisaris Ibrahim mengatakan, pemberian garis polisi di lokasi rumah dua warga positif virus corona ditujukan agar masyarakat tidak mendekat  atas dasar alasan keselamatan.

"Informasi dari Dinas Kesehatan Depok yang mengamankan satu orang asisten rumah tangga, harus menjauh sekitar 20 meter dari titik akhir penjemputan asisten pembantu tersebut. Tujuannya agar jangan ada yang mendekat karena ini diisolasi," kata Ibrahim di lokasi, Senin (2/3/2020) lalu.

Pantauan SuaraJabar.id di lokasi, ada dua ambulans terlihat mendatangi rumah tersebut pukul 15.15 WIB. Ambulans itu dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI