Pemerintah Sebut OTG Positif Bikin Kasus Covid-19 Meluas, Apa Sih Itu?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 05 April 2020 | 14:37 WIB
Pemerintah Sebut OTG Positif Bikin Kasus Covid-19 Meluas, Apa Sih Itu?
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Capture Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Angka kasus positif di Indonesia terus bertambah dari hari ke hari. Per Sabtu (4/4/2020) saja Juri bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada sebanyak 2.092 kasus positif di Indonesia.

Ia mengatakan pemerintah melihat penularan dan sebaran kasus ke beberapa daerah di Indonesia, karena adanya pergerakan orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan mobilisasi ke berbagai wilayah.

OTG positif adalah orang yang sistem imun tubuhnya kuat, sehingga virus mampu ditekan dan memengaruhi tubuh, tapi tetap bisa menularkan kepada orang lain.

Efeknya bakal lebih berbahaya jika menginfeksi orang dengan sistem imun lemah, misalnya memiliki penyakit jantung, diabetes, ginjal, gangguan pernapasan kronis hingga hipertensi.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

"Kami melihat bahwa sebaran kasus, sekarang muncul akibat pergerakan orang tanpa gejala, kasus positif tanpa keluhan," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2020).

Dirjen P2P Kemenkes itu juga mengungkap, orang-orang positif tanpa gejala ini berasal dari daerah yang memiliki kasus positif tertinggi. Mereka lalu melakukan perjalanan ke luar kota dan menulari orang di daerah yang ia datangi.

"Apapun dari kota-kota besar yang kita data, memiliki kasus tertinggi sebagai pusat-pusat sebaran ke daerah-daerah sekitar ke kota-kota sekitar," kata dia.

Oleh karena itu, solusi terbaik adalah tetap melakukan physical distancing atau jaga jarak fisik paling pendek 2 meter, untuk mengurangi risiko penularan. Atau yang terbaik adalah tetap berdiam diri dan melakukan aktivitas fisik di dalam rumah.

"Ini yang meyakinkan kita tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang paling benar. Tidak melakukan perjalanan kemanapun," katanya.

baca juga

"Apakah ke kampung apakah ke rumah saudara atau ke tempat lain, tidak dilakukan karena inilah upaya kita untuk menghentikan penyebaran," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koma 10 Hari akibat Corona Covid-19, Pria Ini Tak Ingat Istri dan Anaknya!

Koma 10 Hari akibat Corona Covid-19, Pria Ini Tak Ingat Istri dan Anaknya!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 17:50 WIB

Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Mantan Pasien Covid-19

Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Mantan Pasien Covid-19

News | Sabtu, 04 April 2020 | 17:08 WIB

WHO Khawatirkan Gangguan Mental akibat Virus Corona Covid-19, Ini Sarannya!

WHO Khawatirkan Gangguan Mental akibat Virus Corona Covid-19, Ini Sarannya!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 16:03 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×