Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Sabtu, 04 April 2020 | 17:14 WIB
Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda
Ilustrasi susu formula. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Kandungan Gula di Susu Formula Ternyata Lebih Tinggi dari Minuman Soda.

Sebuah penelitian baru mengungkapkan kekhawatiran tentang kadar gula dalam susu formula bayi. Dalam beberapa kasus disebut bahwa kadar gula pada susu formula bisa mencapai dua kali lipat dari kadar minuman bersoda.

Para peneliti menemukan bahwa susu formula siap minum untuk bayi di bawah 12 bulan ditemukan mengandung sebanyak 8,7 gram gula tambahan per 100 mililiter. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dibanding minuman bersoda yang hanya 4,6 gram gula per 100 mililiter.

Ilustrasi susu. (Pixabay)
Ilustrasi susu. (Pixabay)

Temuan ini cukup mengkhawatirkan mengingat bahwa cukup banyak perempuan yang memberikan susu ini untuk buah hatinya. Penelitian ini dilakukan oleh Gemma Bridge, dari Universitas Leeds Beckett, dan Profesor Raman Bedi, profesor kesehatan mulut transkultural di King's College London.

Mereka telah memperingatkan bahwa gula dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi anak-anak, termasuk obesitas dan kerusakan gigi. Susu dengan gula terbanyak, 8,7g, setara dengan dua sendok teh, yang juga melebihi batas yang direkomendasikan Parlemen Eropa untuk bayi 7,5g per 100ml.

Peneliti menyarankan bahwa susu formula mengandung begitu banyak gula karena rasa manis alami ASI. Sebagai informasi, ASI sendiri dapat mengandung sebanyak 7g gula, tetapi secara alami itu merupakan laktosa yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

"Meskipun manis dan berenergi tinggi, gula utamanya laktosa, kandungannya khusus untuk kebutuhan bayi yang sedang tumbuh,"kata temuan tersebut.

Sebaliknya, susu formula mengandung gula tambahan seperti sirup jagung, yang ditambahkan selama produksi dan tidak ditemukan dalam ASI. Ini buruk bagi bayi karena konsumsi tinggi gula tambahan dapat menyebabkan kerusakan gigi, pola makan yang buruk dan menyebabkan obesitas pada anak-anak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Dental Journal itu juga mengklaim bahwa beberapa produsen susu formula mempromosikan penggunaannya bisa menggantikan ASI. Ini akan melanggar aturan Organisasi Kesehatan Dunia.

Oleh karena itu penulis studi sekarang menyerukan peraturan yang lebih ketat di industri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak! WHO Buat Pedoman Bagi Ibu Menyusui yang Terinfeksi Corona Covid-19

Simak! WHO Buat Pedoman Bagi Ibu Menyusui yang Terinfeksi Corona Covid-19

Health | Kamis, 02 April 2020 | 16:02 WIB

Bayi yang Mendapat ASI Ekslusif Terhindar dari Obesitas Saat Dewasa

Bayi yang Mendapat ASI Ekslusif Terhindar dari Obesitas Saat Dewasa

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 21:00 WIB

Terinfeksi Virus Corona, Bayi Ini Sembuh Berkat ASI

Terinfeksi Virus Corona, Bayi Ini Sembuh Berkat ASI

Tekno | Selasa, 17 Maret 2020 | 16:35 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB