Sering ke Toilet Karena BAB dan Muntah Bisa Jadi Tanda Corona Covid-19!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 11 April 2020 | 13:15 WIB
Sering ke Toilet Karena BAB dan Muntah Bisa Jadi Tanda Corona Covid-19!
Ilustrasi buang air besar (Shutterstock)

Suara.com - Gejala corona Covid-19 umumnya adalah batuk, sesak napas dan demam tinggi. Tapi, ada beberapa gejala ringan virus corona Covid-19 lainnya yang terabaikan, seperti sering buang air ke toilet.

Para ilmuwan yang meneliti tentang virus corona Covid-19 pun masih terus memahami gejala-gejala infeksi virus corona Covid-19, selain batuk dan demam.

Mereka menemukan beberapa indikator menunjukkan sering buang air besar ke toilet salah satu tanda virus corona Covid-19. Meskipun tidak ada jumlah normal seseorang untuk buang air ke toilet dalam sehari.

"Masalah pencernaan dan perubahan kebiasaan buang air ke toilet, khusus buang air besar bisa menjadi tanda virus corona Covid-19 atau kondisi medis lain," kata Dr Diana Gall, dokter dari layanan kesehatan dokter 4-U dikutip dari The Sun.

Anda pasti sudah mengetahui kalau diare adalah salah satu gejala ringan virus corona Covid-19 pada beberapa pasien. Tetapi, perubahan kebiasaan sering buang air besar ke toilet ini tidak hanya karena diare.

Ilustrasi wanita ingin muntah (Freepik)
Ilustrasi wanita ingin muntah (Freepik)

Sebuah studi baru dalam American Journal of Gastroenterology, telah menganalisis data 204 pasien dengan corona Covid-19 di provinsi Hubei China. Mereka menemukan hampi 50 persen pasien tidak hanya mengalami diare, tetapi juga muntah dan sakit perut.

Isla Haslam (29), pria asal London yang merupakan pasien virus corona Covid-19 ini juga mengalami masalah perut ketika pertama kali terinfeksi.

Isla bercerita mulanya terbangun dengan sakit perut, tetapi ia mengira itu hanya disebabkan oleh makan malamnya.

Pada hari berikutnya, ia mulai merasa gatal di teggorokan dan mudah lelah sampai harus beristirahat di dalam rumah.

baca juga
Ilustrasi tidak rutin buang air besar bisa menyebabkan masalah pencernaan. (Shutterstock)
Ilustrasi tidak rutin buang air besar bisa menyebabkan masalah pencernaan. (Shutterstock)

"Saat bangun tengah malam, saya memerhatikan hidungku mulai tersumbat dan kondisiku semakin mengerikan. Tubuhku terasa sakit, berkeringat dan demam," kata Isla.

Mengingat infeksi virus corona Covid-19 adalah penyakit yang sangat cepat menular. Ahli pun menyarankan orang yang sakit dan sehat memakai kamar mandi terpisah.

Seorang dokter umum, Sarah Jarvis dikutip dari Express, mengatakan bahwa pasien virus corona Covid-19 memiliki potensi menularkan penyakitnya melalui tinja. Karena virus corona Covid-19 ini bisa hidup di dalam sistem pencernaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei UNICEF: 34 Persen Anak Indonesia Takut Tertular Wabah Covid-19

Survei UNICEF: 34 Persen Anak Indonesia Takut Tertular Wabah Covid-19

News | Sabtu, 11 April 2020 | 12:58 WIB

Update Pasien Corona di RSD Wisma Atlet: 369 Positif, 95 PDP, 60 ODP

Update Pasien Corona di RSD Wisma Atlet: 369 Positif, 95 PDP, 60 ODP

News | Sabtu, 11 April 2020 | 11:52 WIB

Penelitian: Pasien Sembuh dari Virus Corona Punya Antibodi Sangat Rendah

Penelitian: Pasien Sembuh dari Virus Corona Punya Antibodi Sangat Rendah

Health | Sabtu, 11 April 2020 | 11:13 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×