Penelitian: Pasien Sembuh dari Virus Corona Punya Antibodi Sangat Rendah

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 11 April 2020 | 11:13 WIB
Penelitian: Pasien Sembuh dari Virus Corona Punya Antibodi Sangat Rendah
Ilustrasi pasien corona Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Sejauh ini pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 dipercaya tidak akan terinfeksi lagi. Tetapi, sebuah penelitian di China menemukan sejumlah pasien yang sembuh justru memiliki antibodi sangat rendah.

Sebelumnya, pemerintah telah memesan 17,5 juta kit antibodi. Alat ini berfungsi mendeteksi antibodi pasien yang sedang terinfeksi dan sudah pulih dari virus corona Covid-19.

Namun, para ilmuwan dari China telah menemukan bahwa sekitar sepertiga dari pasien yang berhasil sembuh justru memiliki tingkat antibodi sangat rendah dalam darahnya.

Peneliti Universitas Fudan di China pun membuat penemuan setelah menganalisis sampel darah dari 175 pasien yang menjalani perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Shanghai.

Mereka melibatkan semua pasien yang sudah pulih dari virus corona Covid-19. Hasilnya, sebanyak 30 persen pasien yang masih muda justru memiliki antibodi sangat rendah.

Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Meski demikian, kadar protein akan meningkat seiring bertambahnya usia. Karena pasien yang berusia antara 60 hingga 85 tahun menunjukkan jumlah antibodi 3 kali lipat dari kelompok orang usia 15 hingga 39 tahun.

Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa penyakit ini paling mematikan ketika memicu respons kekebalan yang ekstrem. Lalu orang berusia 70 tahun ke atas lebih berisiko meninggal dunia.

Namun, protein ini tidak terdeteksi sama sekali dalam 10 pasien yang pernah dinyatakan positif terinfeksi dan akhirnya sembuh dari virus corona Covid-19. Sehingga para peneliti memeringatkan mereka berisiko terkena virus corona Covid-19 kedua kalinya.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Temuan para ilmuwan ini juga menunjukkan bahwa tes antibodi sangat diperlukan lebih jauh dalam menangani pasien virus corona Covid-19. Tetapi, tes antibodi ini masih menimbulkan perdebatan di Inggris.

baca juga

"Jika banyak orang yang memiliki tingkat antibodi rendah terhadap virus corona, maka setiap tes komunitas perlu memiliki sensitivitas yang tinggi. Karena itu, Inggris masih menunda tes antibodi," kata Paul Hunter, profesor kedokteran dan penyakit menular di University of East Anglia di Norwich dikutip dari The Sun.

Saat seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, tubuh akan mulai membuat protein yang dirancang khusus sebagai antibodi yang melawan virus tersebut.

Setelah pulih, antibodi itu mengapung dalam darah selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Dengan begitu, tubuhnya akan mempertahankan diri seandainya terinfeksi virus corona Covid-19 lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Ungkap Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar di Gang dan Ruangan Kecil

Studi Ungkap Bagaimana Corona Covid-19 Menyebar di Gang dan Ruangan Kecil

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 20:07 WIB

3 Anak Isolasi Mandiri Tanpa Orang Tua, Bagaimana Kebutuhan Dasar Mereka?

3 Anak Isolasi Mandiri Tanpa Orang Tua, Bagaimana Kebutuhan Dasar Mereka?

News | Jum'at, 10 April 2020 | 18:59 WIB

Peneliti: Kucing dan Musang Berisiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona

Peneliti: Kucing dan Musang Berisiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona

Health | Sabtu, 11 April 2020 | 07:33 WIB

Terkini

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

×