Susul China, Italia Juga Siapkan Uji Klinis untuk Vaksin Virus Corona

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 17:25 WIB
Susul China, Italia Juga Siapkan Uji Klinis untuk Vaksin Virus Corona
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Susul China, Italia Juga Siapkan Uji Klinis untuk Vaksin Virus Corona

Italia bersiap menyusul China dalam uji klinis vaksin virus Corona Covid-19. Bahkan, dosis pertama vaksin buatan Italia siap diluncurkan akhir bulan ini.

Dilansir VOA Indonesia, perusahaan Italia Advent SRL mengembangkan vaksin yang disebut ChAdOx-1 nCov-19. Uji klinis sendiri akan dilakukan oleh Institut Jenner, sebuah lembaga milik Universitas Oxford di Inggris, dalam beberapa minggu ke depan.

Stok bibit vaksin diproduksi oleh Institut Jenner dari Universitas Oxford di Inggris. Bibit vaksin itu dibawa ke produsen Italia Advent SRL, bagian dari kelompok IRBM, yang memproduksi seribu botol kecil sampel vaksin awal.

Direktur Pengelola IRBM, Matteo Liguori mengatakan, proyek Institut Jenner itu pada dasarnya melibatkan replikasi lonjakan protein yang merupakan protein agresif dari COVID-19. Perusahaan itu baru-baru ini menerima DNA protein itu dari institut Inggris itu dan sekarang berupaya menambahkannya ke adenovirus yang dikembangkannya.

Liguori menambahkan, adenovirus pada dasarnya berfungsi sebagai vektor untuk replikasi lonjakan protein di dalam tubuh manusia. Dengan cara ini antibodi akan berkembang dan melindungi tubuh dari penularan COVID-19 di masa depan.

"Kami memproduksi vial atau botol kecil yang akan dikembalikan ke Institut Jenner sehingga mereka dapat menguji vaksin itu pada manusia, dan mengumpulkan data serta melakukan verifikasi apakah vaksin itu aman dan manjur," ungkapnya.

Institut Jenner sudah menggunakan calon vaksin percobaan itu untuk melawan virus corona lain yaitu, penyakit pernafasan yang berasal dari Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang dalam uji klinis pertamanya telah menunjukkan respon kekebalan yang kuat terhadap MERS setelah diberi dosis tunggal.

Tekanan emosional yang dirasakan staf medis kerap terlampau berat. [Paolo Miranda/BBC]
Tekanan emosional yang dirasakan staf medis kerap terlampau berat. [Paolo Miranda/BBC]

Begitu Institut Jenner menerima vaksin yang hampir siap dari Italia itu, uji klinis akan dilakukan terhadap 510 sukarelawan dewasa Inggris yang sehat berusia antara 18 sampai 55 tahun.

Liguori mengatakan, harapannya adalah pada bulan September, pengujian akan selesai dan vaksin akan tersedia pertama kali untuk petugas kesehatan.

“Karena keadaan yang mendesak di luar, kami melihat besarnya minat untuk bergerak secepat mungkin untuk mengembangkan vaksin, jadi kami berharap studi klinis akan lebih cepat dibanding situasi lain,” tambahnya.

Liguori mengatakan, sekitar 200 ilmuwan dari beberapa negara yang bekerja siang malam di Pomezia, kantor pusat perusahaan sedikit di luar kota Roma, agar bisa secepat mungkin menyiapkan vaksin melawan virus corona baru ini. Beberapa dari mereka telah terlibat dalam pengembangan vaksin Ebola pada 2014 dan 2015.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Retno Minta Seluruh Negara Tetap Dukung WHO Lawan Corona

Menlu Retno Minta Seluruh Negara Tetap Dukung WHO Lawan Corona

News | Jum'at, 17 April 2020 | 16:17 WIB

AS Melacak Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Laboratorium, Bukan Pasar

AS Melacak Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Laboratorium, Bukan Pasar

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:23 WIB

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB