AS Melacak Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Laboratorium, Bukan Pasar

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 16:23 WIB
AS Melacak Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Laboratorium, Bukan Pasar
Novel Coronavirus (nCoV) (Shutterstock)

Suara.com - Pejabat intelijen dan keamanan nasional Amerika Serikat (AS) mengatakan, pemerintah Gedung Putih sedang mencari kemungkinan bahwa virus corona menyebar lewat laboratorium China, bukan dari pasar Wuhan.

Namun, beberapa sumber menyatakan untuk berhati-hati menyimpulkan kemungkinan tersebeut.

Melansir dari CNN, teori yang beredar tentang penyelidikan Amerika adalah soal saling tuding AS dan China tentang Pasien 0.

AS tidak percaya virus corona dikaitkan dengan penelitian senjata biologis. Banyak sumber pun mengindikasikan saat ini tidak ada bukti virus corona adalah buatan manusia.

Pendekatan awal penyebaran dari laboratorium ini muncul dari dorongan para pendukung Presiden Donald J. Trump dan kongres Partai Republik. Teori tersebut ingin menangkis kritik yang ditujukkan pada Trump terkait pengendalian pandemi.

Melansir dari CNN, analisis pemerintah AS mengatakan teori yang diselidiki pejabat intelijen AS adalah bahwa virus itu berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China, dan secara tidak sengaja tersebar ke publik.

Pasar ikan Huanan, Wuhan (DW Indonesia)
Pasar ikan Huanan, Wuhan (DW Indonesia)

Sumber-sumber lain mengatakan kepada CNN bahwa intelijen AS belum dapat membenarkan teori tersebut tetapi sedang mencoba untuk melihat apakah ada seseorang yang terinfeksi di laboratorium melalui kecelakaan atau penanganan material yang buruk.

Kepala Staf Gabungan Mark Milley mengakui, bahwa minggu ini intelijen AS dengan seksama melihat asumsi apakah virus corona baru berasal dari laboratorium.

"Saya hanya akan mengatakan, pada titik ini asumsi itu tidak meyakinkan meskipun bobot bukti tampaknya menunjukkan virus ini alami. Tapi kami tidak tahu pasti," kata Milley kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Menteri Pertahanan Mark Esper, mengatakan kepada NBC News bahwa pemerintah memperhatikan dengan seksama masalah asal usul virus, tetapi belum mencapai kesimpulan konkret.

"Mayoritas pandangan sekarang adalah bahwa itu (virus) alami atau organik," kata Esper. "Tetapi mencatat pekerjaan investigasi tambahan perlu dilakukan," tambahnya.

Para tenaga medis di Kota Wuhan meluapkan kegembiraan setelah status lockdown dicabut. (Foto: AFP)
Para tenaga medis di Kota Wuhan meluapkan kegembiraan setelah status lockdown dicabut. (Foto: AFP)

Teori virus corona yang berasal dari laboratorium telah dibantah oleh pemerintah China dan banyak ahli dari berbagai negara.

"Posisi China sudah jelas tentang asal-usul dan rute transmisi virus corona baru," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, Kamis.

"Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berulang kali menyatakan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus tersebut dibuat oleh laboratorium. Banyak ahli medis terkenal di seluruh dunia juga menggambarkan teori-teori seperti 'kebocoran lab' karena kekurangan bukti ilmiah," tambahnya.

CNN menegaskan, bahwa beberapa uraian di atas berusaha menggambarkan bahwa pemerintah AS sedang mencari kemungkinan penyebaran virus berasal laboratorium China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Orang Dewasa, Bocah 2 Tahun Juga Perlu Pakai Masker Kain

Tak Hanya Orang Dewasa, Bocah 2 Tahun Juga Perlu Pakai Masker Kain

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 15:49 WIB

Kedubes AS Imbau Jaga Jarak Aman Sepanjang Komodo, Tuai Reaksi Kocak Publik

Kedubes AS Imbau Jaga Jarak Aman Sepanjang Komodo, Tuai Reaksi Kocak Publik

News | Jum'at, 17 April 2020 | 15:50 WIB

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Ilmuwan Klaim Anjing Liar Pemakan Kelelawar Picu Penularan Corona Covid-19

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB