Waduh, Dokter di California Jual Obat Covid-19 Palsu secara Online

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 19 April 2020 | 14:06 WIB
Waduh, Dokter di California Jual Obat Covid-19 Palsu secara Online
ilustrasi klorokuin [AFP/Gerard Julien]

Suara.com - Seorang dokter dari California, Amerika Serikat, Jennings Ryan Staley menjual obat Covid-19 palsu secara online. Ia mengaku menjual obat yang menjadi bagian program manajemen Covid-19 oleh FBI.

Melansir dari Insider, ia menjual klorokuin, obat anti-malaria yang sering digembar-gemborkan oleh Presiden Donald Trump sebagai penyembuh Covid-19.

Paket perawatan yang dijajakan oleh Staley dinamai dengan 'obat petugas' yang di dalamnya termasuk Xanax. Pada paket pengobatan tersebut, ia menjual dengan harga 3.995 USD atau senilai Rp 61 juta untuk paket keluarga dengan anggota empat orang.

Staley menjual obat tersebut melalui lapak spa online miliknya, Skinny Beach Med Spa. Selain menjual obat Covid-19 palsu, lapaknya juga menyediakan perawatan kecantikan seperti Botox dan sedot lemak.

"Ini preventif dan kuratif. Sulit dipercaya, hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Tapi ini adalah fenomena klinis yang luar biasa," kata Staley, pada promosinya

"Aku belum pernah melihat yang seperti ini di dunia kedokteran, asal tahu saja. Sungguh, aku tidak bisa memikirkan apa-apa, penyakitmu akan menghilang dalam hitungan jam," tambahnya.

Klorokuin disebut efektif mengobati pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. (Shutterstock)
Klorokuin disebut efektif mengobati pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19. (Shutterstock)

Staley juga mengklaim klorokuin yang ia jual diselundupkan dari Tiongkok, padahal ia membuat pil sendiri.

The New York Times melaporkan bahwa pengacara Staley, Patrick Griffin, mengatakan pada Jumat (17/4/2020) malam bahwa dokter itu dituntut secara tidak adil oleh cabang eksekutif setelah pejabat federal memuji perawatan tersebut.

"Cabang eksekutif yang sama yang telah menggembar-gemborkan dua obat ini selama berminggu-minggu, dokter Staley tidak memiliki catatan kriminal karena melakukan hal yang persis sama dengan yang dilakukan pemerintah selama ini," kata Griffin.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji Terancam Dipotong karena Corona, Pebasket Ini Pasrah

Gaji Terancam Dipotong karena Corona, Pebasket Ini Pasrah

Sport | Minggu, 19 April 2020 | 13:30 WIB

Pemain NSH Jakarta Terancam Pemotongan Gaji 50 Persen karena Corona

Pemain NSH Jakarta Terancam Pemotongan Gaji 50 Persen karena Corona

Sport | Minggu, 19 April 2020 | 13:26 WIB

Sekeluarga di Sawah Besar Terjangkit Corona, Bagaimana Awal Penularannya?

Sekeluarga di Sawah Besar Terjangkit Corona, Bagaimana Awal Penularannya?

News | Minggu, 19 April 2020 | 13:21 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×