Waspada, Ini 8 Organ Tubuh yang Rusak karena Infeksi Virus Corona Covid-19

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 20 April 2020 | 12:17 WIB
Waspada, Ini 8 Organ Tubuh yang Rusak karena Infeksi Virus Corona Covid-19
Cuplikan foto dari video 3D paru-paru pasien Covid-19 di Amerika Serikat. [Youtube/Surgical Theater]

Suara.com - Waspada, Ini 8 Organ Tubuh yang Rusak karena Infeksi Virus Corona Covid-19

Virus Corona Covid-19 merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan manusia, dan dapat menyerang siapapun dalam segala jenis usia.

Ketika seseorang terjangkit, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman resminya menyatakan, virus corona COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, kontak fisik seperti jabat tangan, ciuman dan lainnya.

Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh jika seseorang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19?

Menjawab hal tersebut, seorang dokter bernama Dirga Sakti Rambe dalam unggahan Twitternya @dirgarambe, menjelaskan tentang seberapa mengerikannya virus baru ini ketika sudah masuk ke dalam tubuh manusia.

"Seberapa mengerikan #COVID19 ? Virus masuk lwt saluran napas atas, menyebar ke paru, mencetuskan reaksi radang yg sistemik & masif. Dampaknya dpt terjd pd hampir seluruh organ: otak, mata, hidung, paru, jantung & pembuluh darah, hati, ginjal, usus. Belum ada obat yg efektif," jelas dokter Spesialis Penyakit Dalam yang diketahui praktik di Omni Hospitals Pulomas, Jakarta ini.

Lebih lanjut dia pun menjelaskan beberapa organ yang terdampak virus Corona dan bagaimana gejalanya. Berikut penjelasannya seperti yang suara.com rangkum.

1. Paru-paru

Sebuah penampang menunjukkan sel-sel imunitas memadati alveolus yang meradang, yang dindingnya rusak saat diserang oleh virus sehingga mengurangi penyerapan oksigen. Gejalanya sendiri seseorang mulai batuk, demam dan perlu lebih banyak usaha untuk bernapas.

Ilustrasi pliver. (shutterstock)
Ilustrasi pliver. (shutterstock)

2. Hati

Hingga setengah dari pasien yang dirawat di rumah sakit karena virus ini memiliki tingkat enzim yang tinggi. Ini menandakan bahwa hati mereka tengah bekerja keras melawan virus tersebut. Sistem kekebalan tubuh bergerak cepat dan obat-obatan yang diberikan untuk melawan virus dapat menyebabkan kerusakan.

Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]
Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]

3. Ginjal

Kerusakan ginjal sering terjadi pada kasus yang parah dan membuat kematian lebih mungkin terjadi. Virus dapat menyerang ginjal secara langsung atau gagal ginjal yanh dapat menyebabkan tekanan darah menurun.

Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)
Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)

4. Usus

Laporan pasien dan data biopsi menunjukkan virus dapat menginfeksi saluran pencernaan terendah, yang kaya akan reseptor ACE2. Hal ini menyebabkan sekitar 20 persen atau lebih pasien mengalami diare.

Selanjutnya: otak, mata, hidung, dan jantung

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kini 633 Orang, 536 di Antaranya Positif

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kini 633 Orang, 536 di Antaranya Positif

News | Senin, 20 April 2020 | 12:14 WIB

Menyemut saat Corona, Ratusan Warga Berjubel Antre Sembako di Kantor Baznas

Menyemut saat Corona, Ratusan Warga Berjubel Antre Sembako di Kantor Baznas

Jabar | Senin, 20 April 2020 | 12:13 WIB

Bikin Terenyuh, Sego Gabut Rp 5 Ribu Bantu Pekerja yang Terimbas Corona

Bikin Terenyuh, Sego Gabut Rp 5 Ribu Bantu Pekerja yang Terimbas Corona

Lifestyle | Senin, 20 April 2020 | 12:12 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB