Fakta Mengejutkan Hepatitis C, Penderitanya 2 Kali Lebih Banyak dari HIV

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Selasa, 28 April 2020 | 19:10 WIB
Fakta Mengejutkan Hepatitis C, Penderitanya 2 Kali Lebih Banyak dari HIV
Ilustrasi hepatitis. (Shutterstocks)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan, antara tahun 2009 hingga 2018, tingkat hepatitis C di Amerika Serikat naik tiga kali kipat. Namun, peningkatan pada 2018 justru didominasi oleh kaum milenial.

Dilansir CNN Internasional, orang Amerika yang terinfeksi hepatitis C dua kali lebih banyak dibandingkan penderita HIV. Di antara orang yang memiliki HIV dari penggunaan obat intavena, 50% hingga 90% juga memiliki hepatitis C.

Selain fakta di atas, berikut beberapa fakta mengejutkan lain mengenai hepatitis C:

1. Hepatitis C terkadang menunjukkan gejala dan asimptomatik

Ketika seseorang terinfeksi hepatitis C, itu menyebabkan infeksi jangka pendek. Gejala kecilnya seperti flu dan cenderung ringan sehingga diabaikan.

Tetapi sekitar 80% orang tidak pernah memiliki gejala. Akibatnya, seseorang bisa tertular hepatitis C dan tidak mengetahuinya.

Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)
Ilustrasi hepatitis (shutterstock)

2. Beberapa orang melawan infeksi akut tanpa pengoabatan

Sekitar 15% hingga 25% orang menderita hepatitis C akut akan melawan infeksi tanpa pengobatan apapun. Orang-orang ini tidak akan berkembang menjadi hepatitis C kronis dan mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka sakit.

Pakar kesehatan tidak sepenuhnya memahami bagaimana atau mengapa ini terjadi. Gen spesifik, IL-28B, mungkin berperan. Orang dengan bentuk tertentu dari gen ini memiliki peluang lebih besar untuk melawan infeksi awal.

baca juga

3. Anda dapat menderita hepatitis C kronis selama 15 tahun atau lebih tanpa gejala

Hingga 85% orang yang memiliki hepatitis C akut berkembang menjadi hepatitis C kronis. Tetapi seseorang dapat menderita hepatitis C kronis selama 15 tahun atau lebih sebelum menyadari bahwa mereka sakit.

Selama waktu ini, seseorang dapat menyebarkan virus ke orang lain meskipun tidak memiliki gejala.

Bagi banyak orang, mereka mengetahui bahwa mereka menderita hepatitis C ketika gejala masalah hati berkembang, termasuk kelelahan, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penyakit kuning, kulit menguning dan bagian putih mata.

Inilah dua obat hepatitis C, Sofosbuvir dan Daclatasvir yang sulit didapat di Indonesia. (Suara.com/Risna Halidi)
Inilah dua obat hepatitis C, Sofosbuvir dan Daclatasvir yang sulit didapat di Indonesia. (Suara.com/Risna Halidi)

4. Ada enam jenis hepatitis C

Tidak semua infeksi hepatitis sama. Faktanya, ada enam genotipe berbeda, atau strain, dari virus hepatitis C.

Genotipe 1 adalah jenis yang paling umum di Amerika Serikat. Sekitar 75% orang Amerika dengan hepatitis C memiliki subtipe 1a atau subtipe 1b. Genotipe 2 menginfeksi 20% hingga 25% orang Amerika, dan genotipe lainnya menyebabkan sejumlah kecil infeksi.

5. Seseorang bisa teinfeksi hepatitis C lebih dari satu kali

Ketika seseorang menderita hepatitis C, tubuhnya akan menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang muncul pada tes skrining hepatitis C. Kehadiran antibodi menandakan ia telah terpapar virus.

Untuk banyak virus, memiliki antibodi berarti orang itu kebal terhadap infeksi lagi. Sayangnya, antibodi hepatitis C tampaknya tidak melindungi seseorang terhadap infeksi di waktu lain.

Jadi sangat mungkin untuk mengobati dan menyembuhkan hepatitis C, dan kemudian menderitanya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Corona, 5 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Selain Corona, 5 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Health | Rabu, 22 April 2020 | 08:51 WIB

Waduh, China Kembali Laporkan 44 Kasus Virus Corona Tanpa Gejala

Waduh, China Kembali Laporkan 44 Kasus Virus Corona Tanpa Gejala

Health | Minggu, 19 April 2020 | 19:41 WIB

Hati-hati, Trauma Masa Kecil Berisiko HIV Saat Dewasa, Kok Bisa?

Hati-hati, Trauma Masa Kecil Berisiko HIV Saat Dewasa, Kok Bisa?

Health | Rabu, 15 April 2020 | 09:45 WIB

Terkini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

×